Saham perusahaan "Apple" (AAPL) turun sebesar 4%، sehingga menghapus lebih dari 150 miliar dolar dari nilai pasar perusahaan, menyusul laporan yang menyebutkan penundaan peluncuran ponsel "iPhone" yang dapat dilipat.
Dan surat kabar "Nikkei Asia" melaporkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan rekayasa terkait dengan apa yang diperkirakan akan menjadi perangkat lipat pertama yang diproduksi oleh pabrikan ponsel "iPhone" tersebut.
Seorang orang yang mengetahui situasi tersebut yang diwawancarai surat kabar "Nikkei Asia" mengatakan: "Perusahaan Apple dan jaringan pemasoknya bekerja dalam jadwal yang ketat, dan solusi saat ini tidak cukup untuk sepenuhnya mengatasi tantangan rekayasa... Jadi, diperlukan lebih banyak waktu".
Saham saat ini mengalami penurunan lebih dari 8% sejak awal tahun, dengan diperdagangkan pada level yang sedikit di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yakni 250 dolar...
$ABBV $XAUUSD $ABBV
#GateSquareAprilPostingChallenge #OilPricesRise #TrumpIssuesUltimatum
Dan surat kabar "Nikkei Asia" melaporkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan rekayasa terkait dengan apa yang diperkirakan akan menjadi perangkat lipat pertama yang diproduksi oleh pabrikan ponsel "iPhone" tersebut.
Seorang orang yang mengetahui situasi tersebut yang diwawancarai surat kabar "Nikkei Asia" mengatakan: "Perusahaan Apple dan jaringan pemasoknya bekerja dalam jadwal yang ketat, dan solusi saat ini tidak cukup untuk sepenuhnya mengatasi tantangan rekayasa... Jadi, diperlukan lebih banyak waktu".
Saham saat ini mengalami penurunan lebih dari 8% sejak awal tahun, dengan diperdagangkan pada level yang sedikit di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yakni 250 dolar...
$ABBV $XAUUSD $ABBV
#GateSquareAprilPostingChallenge #OilPricesRise #TrumpIssuesUltimatum



































