Sangat menarik bahwa sejak bergabung dengan Kelompok Tindakan Keuangan pada tahun 2023, Indonesia semakin memusatkan perhatian pada risiko pendanaan terorisme. Divisi intelijen keuangannya, PPATK, melaporkan peningkatan jumlah transaksi mencurigakan yang terkait dengan aset virtual. Bekerja sama dengan unit anti-terorisme Kepolisian Nasional Indonesia, otoritas mengidentifikasi kasus di mana sumbangan kripto dikumpulkan dengan kedok bantuan kemanusiaan dan dialihkan ke jaringan ekstremis. Alat utama dalam upaya ini adalah platform SIPENDAR dari PPATK, yang memungkinkan pertukaran data secara real-time antara lembaga keuangan dan penegak hukum. Ini memungkinkan pelacakan aliran dana dan koneksi jaringan dengan lebih cepat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan