Saya baru saja mempelajari lebih dalam tentang sebuah pendekatan untuk mendeteksi altcoin sebelum mereka mengalami kenaikan harga yang signifikan, dan ingin berbagi dengan semua orang karena saya merasa ini cukup berguna.



Ada banyak KOL di internet yang sering mengatakan koin mana yang akan naik atau turun, tetapi mereka jarang mengumumkan metode spesifik mereka. Saya lebih suka berbagi pengetahuan praktis daripada hanya memberikan prediksi yang samar-samar, jadi hari ini ingin memandu Anda melalui sebuah teknik khusus: menggunakan dua indikator OI dan CVD untuk menemukan token yang berpotensi meledak.

Pertama, mari kita pahami apa itu OI. OI (Open Interest) sederhana adalah jumlah kontrak terbuka di pasar. Ketika OI meningkat, itu berarti uang baru sedang mengalir masuk, dan ketika OI menurun, uang sedang keluar. Untuk token dengan kapitalisasi kecil, indikator ini menjadi sangat berharga.

Tentang CVD (Cumulative Volume Delta), ini adalah indikator yang mengukur selisih antara volume beli dan volume jual. CVD terakumulasi berdasarkan arah transaksi, bukan harga. Ketika pasar memiliki tren yang jelas, CVD akan menunjukkan nilai positif atau negatif; saat pasar berfluktuasi, CVD akan mendekati angka 0.

Cara menggunakan kedua indikator ini secara bersamaan adalah kunci utama. Jika OI meningkat dan CVD juga meningkat, itu adalah sinyal beli yang positif. Jika OI meningkat tetapi CVD menurun, itu berarti tekanan jual sedang meningkat. Jika OI menurun dan CVD menurun, posisi beli sedang dilikuidasi. Jika OI menurun tetapi CVD meningkat, posisi jual sedang ditutup. Situasi-situasi ini hanya berguna jika Anda melihat token dengan likuiditas baik di pasar yang bergejolak.

Sekarang, mari kita lihat cara penerapannya secara praktis. Masuk ke halaman Marketplace di Velo Data, Anda akan melihat filter berdasarkan kapitalisasi pasar. Pilih Small Caps untuk mencari altcoin yang berpotensi sangat volatil, dan pilih kerangka waktu kecil seperti 1H atau 4H.

Langkah berikutnya, pilih grafik OI Change. Ini menunjukkan perubahan open interest — saat positif, kekuatan beli meningkat; saat negatif, tekanan jual meningkat. Filter token yang mengalami perubahan OI positif dan sedang naik harga.

Selanjutnya, amati grafik CVD yang sudah dinormalisasi (OI-Normalized CVD). Di sini, CVD memberi Anda data tambahan tentang siapa yang lebih aktif di pasar — pembeli atau penjual. Jika pembeli lebih aktif, harga token bisa terus naik.

Contoh nyata: RLC (iExec) saat ini berada di $0.41, turun 3.59% dalam 24 jam. Jika Anda melihat OI-nya meningkat tetapi CVD menurun, itu berarti lebih banyak penjual, dan ini bukan waktu yang baik untuk masuk. Sebaliknya, ARPA saat ini di $0.01, turun 3.49% dalam 24 jam. Jika OI ARPA meningkat dan CVD juga mulai meningkat dari bawah 0, maka pembeli sedang berusaha mengendalikan pasar, dan kemungkinan akan terjadi kenaikan kecil.

Namun, ingat bahwa CVD hanyalah indikator referensi, jangan menggunakannya sendiri untuk pengambilan keputusan. Gabungkan dengan EMA atau indikator teknikal lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Jika trading jangka pendek, selalu pasang stop loss karena pasar bisa berbalik secara tiba-tiba.

Keunggulan dari metode ini adalah Anda tidak perlu hanya mengikuti prediksi orang lain — Anda memiliki alat untuk menganalisis sendiri. CVD bersama OI dapat membantu Anda mengenali sinyal awal yang sering terlewatkan banyak orang. Tapi ingat, cryptocurrency sangat berisiko, lakukan trading secara bijak dan hanya gunakan modal yang mampu Anda tanggung kehilangan.
RLC4,91%
ARPA2,4%
VELO2,56%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan