Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sering denger trader bahasan wr itu apa sih? Nah, WR atau Williams Percent Range adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh Leslie Williams untuk membantu kita membaca momentum pasar. Basically, ini tool yang berguna banget buat identify kapan pasar lagi overbought atau oversold.
Jadi cara kerjanya gimana? Indikator ini menghitung selisih antara harga sekarang dengan harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu, biasanya 14 periode. Hasilnya bakal berkisar antara -100 sampai 0. Rumusnya sederhana: WR = ((Hn - C) / (Hn - Ln)) × (-100), dimana C adalah harga saat ini, Hn adalah harga tertinggi dalam n periode, dan Ln adalah harga terendah dalam n periode.
Sekarang yang penting, gimana cara membacanya? Ketika nilai WR mendekati -100, itu berarti pasar dalam kondisi oversold yang kuat, momentum bearish sedang dominan. Di sisi lain, kalau nilai mendekati 0, pasar lagi dalam kondisi overbought, bullish momentum sedang peak. Zona antara -20 sampai 0 biasanya dianggap jenuh beli, sementara -80 sampai -100 adalah zona oversold.
Nah wr itu apa gunanya dalam trading sebenarnya? Ketika indicator berada di bawah -80, bisa jadi sinyal buy opportunity muncul, terutama saat market mulai rebound. Sebaliknya, kalau level di atas -20 dan bearish signal terlihat, itu waktu yang bagus buat consider sell atau close posisi. Banyak trader yang suka pakai WR di market yang volatile karena bisa bantu identify momentum ekstrem, baik itu buy pressure atau sell pressure maksimum. Jadi intinya, WR membantu kita timing entry dan exit yang lebih tepat dengan membaca kapan pasar sudah terlalu jauh ke satu arah.