Sering denger trader bahasan wr itu apa sih? Nah, WR atau Williams Percent Range adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh Leslie Williams untuk membantu kita membaca momentum pasar. Basically, ini tool yang berguna banget buat identify kapan pasar lagi overbought atau oversold.



Jadi cara kerjanya gimana? Indikator ini menghitung selisih antara harga sekarang dengan harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu, biasanya 14 periode. Hasilnya bakal berkisar antara -100 sampai 0. Rumusnya sederhana: WR = ((Hn - C) / (Hn - Ln)) × (-100), dimana C adalah harga saat ini, Hn adalah harga tertinggi dalam n periode, dan Ln adalah harga terendah dalam n periode.

Sekarang yang penting, gimana cara membacanya? Ketika nilai WR mendekati -100, itu berarti pasar dalam kondisi oversold yang kuat, momentum bearish sedang dominan. Di sisi lain, kalau nilai mendekati 0, pasar lagi dalam kondisi overbought, bullish momentum sedang peak. Zona antara -20 sampai 0 biasanya dianggap jenuh beli, sementara -80 sampai -100 adalah zona oversold.

Nah wr itu apa gunanya dalam trading sebenarnya? Ketika indicator berada di bawah -80, bisa jadi sinyal buy opportunity muncul, terutama saat market mulai rebound. Sebaliknya, kalau level di atas -20 dan bearish signal terlihat, itu waktu yang bagus buat consider sell atau close posisi. Banyak trader yang suka pakai WR di market yang volatile karena bisa bantu identify momentum ekstrem, baik itu buy pressure atau sell pressure maksimum. Jadi intinya, WR membantu kita timing entry dan exit yang lebih tepat dengan membaca kapan pasar sudah terlalu jauh ke satu arah.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan