“Langka sekali,” media AS: Musk ikut serta dalam panggilan telepon antara Trump dan Modi

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tanya AI · Mengapa Elon Musk terlibat dalam panggilan telepon pimpinan AS-India, apa motif bisnis di baliknya?

【Laporan Global Times oleh reporter Zhang Qian】Menurut laporan harian The New York Times pada 27 Maret waktu setempat, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi menelepon pada 24 hari itu untuk membahas isu-isu seperti situasi di Timur Tengah. Pengusaha terkenal AS, Elon Musk, juga ikut dalam panggilan tersebut. The New York Times menyebut keterlibatan Musk menarik perhatian, karena pada masa krisis perang, seorang warga biasa ikut dalam percakapan antara dua pemimpin negara sangatlah jarang, yang juga menunjukkan hubungan Musk dengan Trump tampaknya telah membaik.

Pada 30 Mei 2025, Trump (kanan) dan Musk menghadiri konferensi pers di Gedung Putih. Sumber gambar: VCG

Modi pada 24 hari itu menyatakan bahwa ia menelpon Trump membahas pertukaran pandangan terkait situasi di Asia Barat dan sekitarnya. Kabar terbaru The New York Times menyebut dua pejabat AS mengonfirmasi Musk ikut dalam panggilan tersebut. Saat ini masih belum jelas mengapa Musk ikut dalam panggilan itu, atau apakah ia berbicara selama percakapan.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa perusahaan-perusahaan milik Musk telah memperoleh investasi besar dari dana kekayaan negara negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar. Di saat yang sama, Musk juga terus berharap untuk memperluas basis bisnisnya di India. Selain itu, perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Musk, SpaceX, juga mempertimbangkan untuk pertama kali melakukan penawaran saham publik pada akhir tahun ini. Namun, jika kondisi ekonomi global memburuk, rencana ini mungkin akan terkena dampak.

The New York Times menyinggung bahwa pemerintah AS dan India, dalam pernyataan resmi mereka, tidak menyebutkan keterlibatan Musk dalam panggilan tersebut.

Diketahui, Musk pernah menjabat sebagai kepala departemen efisiensi pemerintah AS, lalu kemudian berselisih serius dengan Trump terkait isu-isu seperti rancangan undang-undang pajak dan belanja “besar dan bagus” (“big and good”) yang kemudian memicu “perang mulut”, dan sempat menjadi sorotan opini publik AS. Belakangan, media AS pernah menyebut bahwa keduanya tampaknya telah memulihkan hubungan yang sempat tegang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan