Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Data menunjukkan tekanan inflasi di Amerika Serikat meningkat secara signifikan, emas dan perak melonjak turun dan berbalik arah menjadi turun
7 April, hingga waktu rilis, harga emas spot anjlok; London gold beralih dari menguat menjadi melemah dalam intraday. Hingga waktu rilis, turun 0,75% menjadi 4624,6 dolar AS per ons, sementara London silver turun lebih dari 1% dalam intraday, berada di 71,81 dolar AS per ons.
Dari sisi pemberitaan, pada hari Senin waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa batas waktu 7 hari untuk kesepakatan yang ia tetapkan bagi Iran adalah batas waktu terakhir; jika tidak, serangan AS akan kembali ditingkatkan. Pasar menantikan sinyal yang jelas mengenai arah konflik di Timur Tengah. Pada hari Senin ini terjadi fluktuasi kecil; hingga penutupan hari tersebut, harga emas futures untuk pengiriman bulan Juni di New York Mercantile Exchange ditutup pada 4684,70 dolar AS per ons, naik 0,11%; harga futures perak untuk pengiriman bulan Mei ditutup pada 72,847 dolar AS per ons, turun 0,11%.
Selain itu, data yang diumumkan oleh Institute for Supply Management (ISM) AS pada hari Senin menunjukkan bahwa indeks harga yang dibayar untuk jasa (PMI) ISM AS bulan Maret naik menjadi 70,7, mencatat level tertinggi sejak Oktober 2022. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak dan biaya bahan bakar adalah faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Di samping itu, indeks manajer pembelian sektor jasa AS untuk bulan Maret (PMI) turun menjadi 54, tidak sesuai ekspektasi pasar; penyebab utamanya adalah lemahnya ketenagakerjaan dan melambatnya pertumbuhan aktivitas bisnis. Analisis menilai bahwa secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan sektor jasa AS terus mengalami ekspansi pada bulan Maret, namun laju pertumbuhannya melambat; sekaligus tekanan inflasi meningkat secara jelas. Gangguan pengiriman, kenaikan harga minyak, dan potensi risiko rantai pasok sedang mendorong biaya dan memengaruhi bisnis internasional, serta pada saat yang sama mendorong perusahaan menyesuaikan strategi pembelian dan persediaan.
Ketua Federal Reserve Bank of Cleveland, Beths Hammack, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa jika tingkat inflasi terus berada di atas target The Fed sebesar 2%, maka kenaikan suku bunga mungkin merupakan langkah yang tepat. Ini merupakan tanda terbaru bahwa sebagian pembuat kebijakan The Fed sedang beralih dari sikap yang cenderung mendukung pemangkasan suku bunga. Hammack mengatakan bahwa secara keseluruhan, ia cenderung agar The Fed “menjaga suku bunga acuan tetap” selama “sangat lama”. Ia juga mengatakan bahwa jika kenaikan harga bensin menyebabkan perlambatan ekonomi dan kenaikan tingkat pengangguran, The Fed mungkin perlu memangkas suku bunga; namun jika inflasi tetap tinggi, maka mungkin perlu menaikkan suku bunga.
Analisis menyebutkan bahwa jika konflik di Timur Tengah berlanjut dan harga minyak terus meningkat, sehingga memperparah tekanan inflasi, maka hal itu akan semakin memperkuat perhatian The Fed terhadap risiko inflasi. Kemungkinan kondisi ini akan memunculkan kembali pembahasan mengenai kenaikan suku bunga; dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tradisional akan menurun.
Wells Fargo memprediksi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada tahun 2026, sedangkan proyeksi sebelumnya adalah pemangkasan suku bunga dua kali pada tahun ini; Citi memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September, sebelumnya memperkirakan pemangkasan pada bulan Juni.
UBS menerbitkan laporan riset lapangan yang menyatakan bahwa meskipun harga emas mengalami koreksi dari akhir Februari hingga Maret, fondasi logika permintaan emas China tidak melemah; justru terus menguat karena perubahan struktural. Dari sisi permintaan perak yang melambat dan impor platinum yang lemah, keduanya mencerminkan diferensiasi momentum industri; kondisi ini justru memperkuat logika lindung nilai emas. Secara keseluruhan, koreksi saat ini mungkin merupakan jendela masuk yang rasional, namun investasi tetap perlu dilakukan dengan hati-hati.