LendMN Mongolia Mengamankan $20 Juta untuk Meningkatkan Pembiayaan MSME Digital

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Temukan berita dan acara fintech teratas!

Berlangganan buletin FinTech Weekly

Dibaca oleh para eksekutif di JP Morgan, Coinbase, Blackrock, Klarna, dan lainnya


LendMN, sebuah fintech Mongolia yang menyediakan solusi pinjaman digital, telah menghimpun pendanaan utang sebesar $20 juta dari Lendable untuk memperluas layanan keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara tersebut. Kesepakatan ini menandai penggalangan modal terbesar yang pernah dilakukan oleh fintech asal Mongolia.

Pendanaan ini akan mendukung upaya LendMN untuk menskalakan platform pinjaman yang mengutamakan perangkat seluler serta meningkatkan akses kredit bagi bisnis yang kurang terlayani. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari AND Global yang berkantor pusat di Singapura dan beroperasi berdasarkan beberapa lisensi keuangan dari Mongolian Financial Regulatory Commission.

Delphos, sebuah firma penasihat pasar berkembang berbasis di AS, bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk transaksi tersebut.

LendMN diluncurkan pada 2017, menawarkan pinjaman instan berbasis seluler 24/7. Pada 2024, perusahaan ini memperkenalkan Flexi Business Loan, produk pinjaman tanpa jaminan (unsecured) sepenuhnya digital pertama di Mongolia untuk UMKM. Sejak peluncuran, layanan ini telah menyalurkan sekitar $70 juta kepada sekitar 3.800 bisnis kecil, dengan rata-rata pengajuan harian lebih dari 600.

Pendanaan dari Lendable, sebuah perusahaan yang berfokus pada inklusi keuangan digital di pasar berkembang, akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur teknologi LendMN dan mendukung ekspansi regional.

CEO LendMN sekaligus anggota dewan Uuganbayar Tserendorj mengatakan bahwa investasi ini akan membantu perusahaan mempercepat misinya untuk menyediakan layanan keuangan digital bagi segmen pelanggan yang selama ini secara tradisional kurang terlayani.

Data dari Asian Development Bank menunjukkan bahwa hampir 90% bisnis terdaftar di Mongolia adalah UMKM, namun hanya sekitar 10% yang secara rutin mengakses pembiayaan bank. World Bank Enterprise Survey menemukan bahwa 31% perusahaan Mongolia menghadapi kendala kredit penuh—jauh di atas rata-rata regional.

Sebagai lembaga keuangan non-bank berlisensi yang tercatat di Bursa Efek Mongolia, LendMN memiliki lisensi layanan fintech, trust, factoring, serta transaksi mata uang asing.

Kesepakatan ini menyoroti meningkatnya minat investor terhadap model pinjaman digital yang disesuaikan untuk pasar perbatasan, serta mengarah pada tren yang lebih luas tentang inovasi yang digerakkan oleh fintech di perekonomian yang kurang terlayani.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan