Belakangan ini ada lagi yang membahas tentang likuidasi paksa, saya rasa perlu menjelaskan apa arti likuidasi paksa, karena memang terlalu banyak pemula yang terjebak dalam lubang ini.



Setiap kali pasar mengalami fluktuasi besar, komunitas sering muncul suara-suara tentang likuidasi paksa, ada yang kehilangan seluruh modal dalam semalam, bahkan sampai berutang banyak. Kedengarannya sangat menakutkan, tapi sebenarnya jika memahami esensi likuidasi paksa, kita bisa sadar untuk menjauh dari risiko ini.

Pertama, mari bahas konsep dasar. Penutupan posisi ada dua jenis, satu adalah kita secara aktif menjual untuk mengambil keuntungan atau membatasi kerugian. Yang lain adalah penutupan posisi secara pasif, yaitu dipaksa menjual, inilah yang disebut likuidasi paksa. Singkatnya, likuidasi paksa adalah posisi kita dipaksa sistem atau lawan transaksi menutupnya secara paksa, tanpa pilihan.

Saya gunakan contoh yang mudah dipahami. Misalnya harga suatu koin naik, kamu ingin membeli di harga rendah, tapi hanya punya 1000 rupiah. Lalu kamu memutuskan meminjam 4000 rupiah dari exchange atau perantara, jadi total 5000 rupiah untuk membeli. Jika harga naik ke targetmu, kamu mendapatkan keuntungan 5 kali lipat dari modal, terdengar sangat menguntungkan. Tapi masalahnya, bagaimana jika harga berbalik turun?

Misalnya, dengan 5000 rupiah kamu bisa membeli 5 koin, sekarang harga turun, posisi kamu hanya bernilai 3000 rupiah. Saat itu, modal 1000 rupiah kamu sudah habis terpangkas, dan 3000 rupiah sisanya adalah pinjaman dari exchange. Kalau harga terus turun, kamu berutang. Exchange tidak akan menunggu kamu mengembalikan secara perlahan, begitu margin tidak cukup (biasanya saat margin call), sistem otomatis akan menjual posisi kamu, uang hasil penjualan digunakan untuk membayar pinjaman. Proses ini disebut likuidasi paksa.

Apa yang paling berbahaya? Jika harga turun terlalu cepat, exchange mungkin tidak sempat menjual di harga tinggi, akhirnya terjual di harga lebih rendah, sehingga kamu tidak hanya kehilangan modal, bahkan harus membayar kekurangan ke exchange.

Inti dari likuidasi paksa bisa dirangkum dalam dua kondisi harus terpenuhi sekaligus: pertama, kamu tidak menggunakan seluruh modal sendiri, sebagian adalah pinjaman, ini disebut margin. Kedua, kerugianmu melebihi margin yang tersedia. Jika kedua kondisi ini terpenuhi, likuidasi paksa pun terjadi.

Banyak orang bertanya, apa bedanya kerugian biasa dan likuidasi paksa? Perbedaannya besar. Jika kamu membeli saham atau koin dengan uang sendiri, kerugian sebesar apapun hanyalah kerugian yang belum terwujud (floating), kamu masih punya waktu menunggu rebound. Tapi likuidasi paksa berbeda, begitu posisi dipaksa ditutup, itu adalah kerugian nyata, uang benar-benar hilang, bahkan bisa berutang.

Makanya saya selalu bilang, dalam investasi risiko tinggi harus pakai uang dingin, jangan pernah pinjam uang dari perantara. Investasi dengan pinjaman di pasar ekstrem tidak memberi peluang bangkit kembali. Begitu likuidasi paksa, kerugian yang semula hanya floating loss berubah menjadi kerugian permanen, tidak bisa kembali lagi.

Jadi, memahami apa itu likuidasi paksa bukan untuk mencari sensasi leverage tinggi, tapi agar tahu seberapa dalam lubang ini, lalu secara sadar menghindarinya. Sesuaikan kemampuan, gunakan modal yang mampu ditanggung sendiri, itulah sikap yang benar agar bisa bertahan lama di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan