Fan Zhendong hanya mencetak 2 poin dengan sia-sia! Liga Bundesliga kembali mencetak 2 kemenangan 3-0, rekan setim kalah 3 pertandingan berturut-turut dan semuanya gagal tampil maksimal

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tanya AI · Mengapa meski Fan Zhendong meraih kemenangan penuh, timnya tetap kalah?

Pada dini hari 28 Maret 2026, Liga Tenis Meja Jerman (Deutsche Tischtennis Bundesliga) memasuki babak ke-20. Fan Zhendong, peraih grand slam nasional China, kembali tampil untuk klub Salbrücken, dan hasilnya ia mencetak 2 angka tanpa tambahan (kosong), serta berhasil melakukan dua kali clean sweep secara beruntun atas pemain Meng Qingyu dan Miaoerus dari klub Fulda Mambuerzeer, tetapi rekan satu timnya justru kalah 3 pertandingan beruntun sehingga timnya kalah. Rincian jalannya pertandingan silakan lihat di bawah ini.

【Sorotan Pertandingan】

Musim ini, Fan Zhendong terus menjadi atlet nomor satu untuk klub Salbrücken. Sebelumnya ia telah membantu tim meraih medali emas Jerman Cup untuk nomor beregu putra, serta membawa tim menembus babak 4 besar Liga Champions. Meski masa depannya sudah dipastikan akan pindah ke klub Düsseldorf, ia tetap akan menjalankan tugas terakhirnya untuk Salbrücken, sambil berupaya mengejar gelar juara dua kompetisi besar tersebut.

Klub Fulda Mambuerzeer memiliki kemampuan tertentu, namun dibandingkan dengan klub Salbrücken masih ada kesenjangan. Meski begitu, kali ini kedua belah pihak sama-sama mengalami ketidakhadiran pemain inti, sehingga hasilnya sulit diprediksi, dan kenyataannya pertandingan pun berjalan sangat ketat.

【Proses Pertandingan】

Game pertama: Fan Zhendong 3-0 Meng Qingyu (12-10, 11-5, 11-8);

Game kedua: Appas 0-3 Firrus (9-11, 4-11, 8-11);

Game ketiga: Miesner 1-3 Meng Fanbo (11-8, 8-11, 9-11, 8-11);

Game keempat: Fan Zhendong 3-0 Firrus (11-3, 11-6, 11-6);

Game kelima: Miesner/Appas 1-3 Meng Qingyu/Meng Fanbo (6-11, 8-11, 11-6, 9-11).

Di game pertama, Fan Zhendong menghadapi pemain Tionghoa berusia lebih dari lima puluh tahun, Meng Qingyu (sekaligus pelatih klub Fulda Mambuerzeer). Meski ia sempat terdesak hingga poin-poin kritis pada set pertama, pada akhirnya ia tetap stabil dan mengambil kemenangan. Setelah itu, ia dengan cepat memenangkan dua set berikutnya secara beruntun tanpa memberi lawan satu angka pun.

Namun, setelah itu kendali pertandingan perlahan beralih ke pihak atlet Fulda Mambuerzeer. Pertama, pemain pemotong spin Firrus mengalahkan Appas dengan clean sweep. Lalu, putra Meng Qingyu, Meng Fanbo—yang berkali-kali mengikuti kompetisi internasional—juga tampil gemilang dan membalikkan keadaan melawan Miesner. Dengan demikian, klub Salbrücken yang semula unggul agregat sementara 1-2 akhirnya tertinggal, berada dalam situasi yang sangat sulit.

Di game keempat, Fan Zhendong tampil kembali dan berhadapan dengan Firrus. Ia pun langsung menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghadapi pemain pemotong spin. Tidak hanya ia tidak kehilangan satu set pun dan kembali melakukan clean sweep, tetapi tidak ada satu set pun yang memungkinkan Firrus meraih lebih dari 6 poin. Pertandingan pun akhirnya dibawa ke tahap pertarungan game penentuan, tetapi menurut aturan Fan Zhendong sudah tidak bisa tampil lagi.

Di game kelima, kondisi Miesner/Appas tetap kurang ideal. Hasilnya, saat menghadapi “kombinasi ayah-anak” Meng Qingyu/Meng Fanbo, mereka berjuang keras selama 4 game namun kembali kalah. Dengan demikian, klub Salbrücken akhirnya kalah agregat 2-3 dari tim Fulda Mambuerzeer dan tidak berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan kali ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan