Belakangan ini saya terus mengikuti perkembangan regulasi kripto di Brasil, dan saya menemukan bahwa mereka benar-benar mengambil langkah besar di bidang stablecoin.



Secara singkat, komite di bawah Dewan Perwakilan Rakyat Brasil pada bulan Desember tahun lalu menyetujui revisi undang-undang aset virtual, yang inti pokoknya adalah menetapkan serangkaian aturan baru terkait penerbitan stablecoin. Meskipun belum resmi disahkan, sinyalnya sudah sangat jelas—sikap pemerintah Brasil terhadap stablecoin beralih dari longgar ke hati-hati.

Mengapa Brasil begitu menaruh perhatian besar pada stablecoin? Data sangat bisa menjelaskan. Selama lebih dari satu tahun terakhir, volume transaksi kripto di Brasil mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS, meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 90% dari transaksi tersebut adalah stablecoin. Bayangkan apa artinya ini—stablecoin telah menjadi aktor utama di pasar kripto Brasil, dan digunakan secara luas untuk pembayaran lintas negara dan transfer dana.

Beberapa poin kunci dari revisi undang-undang ini patut diperhatikan. Pertama, secara total melarang algoritma stablecoin, yaitu jenis koin yang tidak didukung cadangan nyata dan hanya mengandalkan mekanisme algoritma untuk menjaga nilainya. Ini adalah respons langsung terhadap keruntuhan Terra. Kedua, semua stablecoin harus didukung 100% oleh cadangan, dan penerbitnya harus mengungkapkan secara terbuka cadangan yang terisolasi dan dapat diaudit. Yang paling keras, penerbit stablecoin yang tidak memiliki cadangan yang cukup dapat dikenai pidana penjara hingga 8 tahun.

Ada satu detail yang menarik—stablecoin asing yang ingin beredar di Brasil harus mendapatkan izin dari penyedia layanan lokal, dan Bank Sentral Brasil dapat memberlakukan persyaratan masuk tambahan untuk stablecoin asing tersebut. Ini secara efektif meningkatkan biaya masuk stablecoin dari luar negeri.

Dari sudut pandang regulasi, pendekatan Brasil sangat jelas. Di satu sisi, stablecoin di dalam negeri sudah menjadi "alat pembayaran mirip dolar", melarangnya secara total akan menimbulkan kekacauan pasar. Di sisi lain, Brasil memiliki sejarah inflasi yang tinggi dan fluktuasi nilai tukar yang besar, sehingga stablecoin benar-benar memenuhi kebutuhan pembayaran nyata. Jadi, mereka memilih pengaturan yang ketat tapi tidak melarang secara total—untuk mengendalikan risiko sekaligus memberi ruang untuk inovasi yang sesuai regulasi.

Dampaknya terhadap pasar akan sangat besar. Transaksi di luar regulasi akan tersingkir dari pasar, dan transaksi stablecoin akan terkonsentrasi di platform yang berizin secara lokal. Selain itu, dana yang keluar melalui stablecoin akan mendapatkan pengawasan dan pelaporan yang lebih ketat. Ini berarti stablecoin beralih dari sekadar "alat penghindaran" menjadi "alat pembayaran yang sesuai regulasi" yang sesungguhnya.

Yang paling menarik, kebijakan ini bisa membuka peluang pengembangan stablecoin domestik. Jika stablecoin asing harus melewati banyak pemeriksaan dan biaya, maka penerbitan stablecoin yang terikat dengan Real Brasil oleh lembaga lokal akan menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Bank dan platform lokal mungkin akan memanfaatkan peluang ini untuk melakukan ekspansi.

Secara keseluruhan, langkah regulasi Brasil ini mencerminkan upaya negara pasar berkembang dalam menyeimbangkan inovasi keuangan digital dan stabilitas keuangan. Mereka tidak sepenuhnya mengadopsi stablecoin, tetapi juga tidak melarangnya secara total, melainkan mengendalikan risiko dari sisi penerbitan. Logika ini juga bisa menjadi referensi bagi negara-negara Amerika Latin lainnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan