《“老头与粗口”:Iran bagaimana menggunakan sindiran untuk mendekonstruksi ancaman Trump》



Trump di media sosial mengancam dengan kata-kata kasar untuk “menutup Selat Hormuz”, tetapi kedutaan besar Iran di berbagai negara tidak membalas dengan hinaan yang sama, melainkan mengambil strategi sindiran yang sangat canggih:

· Serangan tingkat rendah: Kedutaan Iran di India menyatakan “mengumpat adalah perilaku anak kecil yang tidak mampu menerima kekalahan”, membandingkan perilaku Presiden AS dengan kekanak-kanakan dan menghilangkan keseriusan dari ancaman mereka.
· Menggunakan kutipan terkenal untuk membalas: Mengutip Mark Twain “Diam membuat orang meragukan kebodohanmu, berbicara membuktikan kebodohanmu”, menggunakan simbol budaya Amerika untuk membalas pemimpin AS, efek sindirannya menjadi dua kali lipat.
· Mengajak rakyat Amerika: Kedutaan Iran di Afrika Selatan secara langsung menyatakan “Orang Amerika yang cerdas harus menjaga martabat mereka sendiri”, berusaha menciptakan perpecahan opini di dalam AS, memecah belah masyarakat dan pemerintah.

Ini adalah perang opini yang tidak seimbang secara tipikal: satu pihak menggunakan bahasa kekuasaan untuk mengaum, pihak lain menggunakan humor, gaya, dan posisi moral untuk mendekonstruksi lawan. Di era media sosial, pendekatan kedua seringkali lebih mampu memenangkan simpati pengamat internasional dan melemahkan dampak psikologis dari ancaman lawan.

Kesimpulan: Iran sedang memperluas konflik dari ancaman militer ke “perang narasi”, menggunakan kekuatan lunak budaya untuk menyeimbangkan kekuatan keras Amerika Serikat.
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan