Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Thailand membatasi ekspor minyak kelapa sawit untuk mengatasi ketegangan energi global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah
Seiring meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar alternatif yang didorong oleh situasi ketegangan energi akibat perang di Timur Tengah, Thailand akan mulai menerapkan pengawasan terhadap ekspor minyak sawit mentah untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi biofuel.
Pada hari Senin, Kementerian Perdagangan Thailand dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mulai 7 April, para eksportir harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu sebelum mengirim barang. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa langkah ini akan diterapkan selama satu tahun, sehingga pemerintah dapat mengelola stok minyak sawit dalam negeri dengan lebih baik, “untuk menyesuaikan dengan situasi energi yang terus berubah dan mencegah terjadinya kelangkaan”.
Wittayakorn Maneenetr, kepala Direktorat Perdagangan Dalam Negeri di Kementerian Perdagangan Thailand, mengatakan bahwa karena situasi ketegangan di Timur Tengah, kenaikan harga minyak global berpotensi meningkatkan permintaan terhadap biodiesel. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa konsumsi dan ekspor minyak sawit di dalam negeri Thailand juga tetap kuat, sehingga pihak berwenang sedang mengambil langkah untuk menstabilkan harga minyak goreng, serta memastikan penggunaan energi memiliki pasokan bahan baku yang memadai, tanpa mengganggu pendapatan petani.
Melimpah informasi, analisis yang tepat—semuanya ada di aplikasi Sina Finance
Penanggung jawab: Li Zhaofu