Baru saja menemukan sesuatu yang menarik tentang siklus pasar yang kembali beredar, dan jujur saja ini layak untuk diulas kembali sekarang.



Jadi ada seorang petani Amerika abad ke-19 bernama Samuel Benner yang pada tahun 1875 mulai menganalisis pola ekonomi historis dan pada dasarnya memetakan siklus berulang dari perilaku pasar. Orang ini bukan ahli keuangan, hanya seseorang yang memperhatikan pola dan mencoba memprediksi kapan kepanikan akan terjadi versus kapan kemakmuran akan muncul.

Di sinilah yang menjadi menarik. Benner mengidentifikasi tiga periode berbeda yang berulang - dan jika kamu berpikir tentang kapan harus menghasilkan uang, ini penting. Ada tahun-tahun ketika kepanikan dan keruntuhan terjadi (sekitar setiap 18 tahun yang dia hitung). Lalu ada tahun-tahun boom dengan harga yang naik - jendela emas untuk menjual dan mengunci keuntungan. Dan kemudian ada tahun-tahun penurunan di mana aset menjadi murah dan ini pada dasarnya adalah penjualan besar-besaran jika kamu punya uang tunai siap.

Polanya yang dibuat Benner cukup sederhana: beli saat semuanya sedang tertekan dan harga dihancurkan (terjadi sekitar setiap 7-10 tahun), tahan selama pemulihan, lalu jual saat boom terjadi dan semua orang euforia. Interval antara siklus kepanikan rata-rata sekitar 16-18 tahun, yang cukup mencengangkan jika dipikirkan.

Yang agak menakutkan adalah bagaimana tahun-tahun yang dia prediksi terus muncul dalam sejarah pasar nyata. 1927, 1945, 1965, 1981, 1999, 2019 - itu seharusnya menjadi tahun-tahun kepanikan. Dan puncak kemakmuran? 1926, 1935, 1945, 1955, 1962, 1972, 1980, 1989, 1998, 2007, 2016 - waktunya cocok secara mengganggu dengan puncak pasar nyata.

Sekarang, ini tentang periode kapan harus menghasilkan uang menurut kerangka ini. Jika kita mengikuti siklus Benner, kita berada di wilayah yang menarik. Kesempatan membeli (harga rendah, tahun resesi) seharusnya terjadi sekitar 2023, 2030, 2041. Puncak penjualan sekitar 2026, 2035, 2043. Dan siklus kepanikan sekitar 2019, 2035, 2053.

Perhatikan sesuatu? 2035 muncul di daftar boom DAN daftar kepanikan. Itu sinyal nyata - potensi puncak diikuti oleh potensi keruntuhan. Seperti pasar mencapai euforia dan kemudian tiba-tiba berbalik.

Jelas ini bukan prediksi yang sempurna - pasar jauh lebih kompleks sekarang daripada di tahun 1875. Tapi logika dasarnya solid: siklus berulang, sentimen berayun antara ketakutan dan keserakahan, dan jika kamu bisa mengidentifikasi di mana posisi kamu dalam siklus itu, kamu bisa menyesuaikan posisi. Beli saat ketakutan tinggi dan harga rendah. Jual saat keserakahan mengambil alih dan harga naik.

Intinya? Memahami pola periode historis ini dapat membantu kamu memikirkan kapan harus menghasilkan uang versus kapan harus bersikap defensif. Ini bukan tentang waktu yang sempurna - ini tentang mengenali fase siklus mana yang sedang kamu jalani dan bertindak sesuai. Ingat kerangka ini saat kamu membuat keputusan tentang portofolio kamu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan