Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini kembali muncul diskusi tentang identitas dan kekayaan Satoshi Nakamoto, topik ini memang tak pernah usang. Pendiri Bitcoin ini hingga saat ini memegang sekitar 1,1 juta BTC, dengan nilai aset sekitar 76 miliar dolar AS berdasarkan harga saat ini. Meskipun angka ini telah mengalami penurunan dari puncak harga, tetap saja ini adalah kekayaan tersembunyi tingkat dunia.
Yang menarik adalah banyak orang tidak tahu bahwa nama "Satoshi Nakamoto" sendiri menyimpan makna tersembunyi. Satoshi dalam bahasa Jepang cocok dengan karakter kanji "聡", yang berarti kebijaksanaan dan kecerdasan, sedangkan "Nakamoto" terdiri dari "中" yang berarti inti, dan "本" yang berarti dasar—bersama-sama berarti "inti dan fondasi". Nama samaran yang tampaknya acak ini sebenarnya sangat cocok mencerminkan posisi Bitcoin sebagai fondasi revolusi mata uang kripto. Media Jepang pernah menerjemahkan sebagai "Nakamoto Tetsuji", tetapi dunia berbahasa Mandarin akhirnya menetapkan sebagai "Nakamoto Satoshi". Terjemahan ini justru menjadi simbol dari misteri finansial paling terkenal di dunia.
Kekayaan Satoshi Nakamoto bukan tanpa dasar. Perusahaan analisis blockchain Arkham dan berbagai media mengonfirmasi bahwa dia mengumpulkan sekitar 109,6 ribu Bitcoin melalui penambangan awal di ribuan alamat dompet. Kebanyakan dari koin ini berasal dari tahun 2009 hingga 2010, saat Bitcoin hampir tidak bernilai apa-apa. Dia mendapatkan hadiah dari menambang lebih dari 22.000 blok, dengan setiap blok berisi 50 BTC. Data ini pernah dikutip oleh beberapa platform otoritatif.
Yang lebih misterius lagi, kekayaan besar ini hingga kini tetap menjadi "artefak digital". Menurut laporan analisis on-chain, 70% dari alamat ini sudah tidak aktif sejak 2012. Para ahli menduga bahwa kunci pribadi mungkin hilang secara permanen, atau Satoshi sengaja membekukan aset ini. Bayangkan, 1,1 juta Bitcoin mewakili sekitar 5% dari total pasokan Bitcoin. Jika aset ini masuk ke pasar secara tiba-tiba, bisa memicu fluktuasi nilai pasar lebih dari 500 miliar dolar AS. Oleh karena itu, bursa utama telah memasang sistem pemantauan otomatis terhadap alamat-alamat ini.
Identitas asli Satoshi Nakamoto bahkan lebih misterius daripada kekayaannya. Pada tahun 2008, dia merilis white paper Bitcoin, dan pada tahun 2009 menambang blok genesis. Bahkan, dia menyisipkan judul headline dari The Times di dalam blok sebagai sindiran terhadap krisis bailout bank saat itu. Namun, pada April 2011, setelah meninggalkan pesan di email kepada pengembang yang berbunyi "Saya telah beralih ke hal lain", dia menghilang sama sekali. Selama bertahun-tahun, ada yang menduga bahwa dia adalah programmer Hal Finney, ada juga yang mengaitkannya dengan akademisi Craig Wright, bahkan Elon Musk pernah berhipotesis, tetapi tidak ada bukti pasti. Laporan gabungan MIT dan Universitas Oxford menyatakan bahwa Satoshi lebih mungkin adalah individu tunggal atau tim kecil, dan memilih anonim karena alasan ideologis.
Keberadaan misterius ini justru memperkuat filosofi desentralisasi Bitcoin. Sistem yang dia ciptakan selama 16 tahun terakhir tidak pernah mengalami celah keamanan, dan saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar 1,38 triliun dolar AS, menjadikannya aset kripto terpenting di dunia. Laporan Departemen Keuangan AS sering merujuk pada white paper-nya, dan pengadilan Inggris mengakui status hukum khusus dari alamat awalnya.
Setiap kali harga Bitcoin berfluktuasi, orang selalu mengingat sosok kekayaan tersembunyi ini. Dia tidak perlu tampil, tidak perlu mengelola kekayaan, bahkan mungkin sudah lupa kunci pribadinya, tetapi melalui sebuah kode dia mengubah tatanan keuangan global. Nama "Nakamoto Satoshi" yang tampaknya sembarangan ini akhirnya menjadi simbol semangat desentralisasi. Kekayaan sebanyak apapun tidak perlu dipamerkan, dan identitas yang misterius tidak mengurangi pengaruhnya. 1,1 juta Bitcoin ini seperti "tugu digital" di blockchain, yang menyaksikan kebangkitan mata uang kripto sekaligus melanjutkan misteri terbesar sepanjang masa.