Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini, ada hal yang membuat saya memikirkan kembali struktur ekonomi Amerika. Pembentukan bagaimana dinasti konglomerat dunia terbentuk, dan bagaimana mereka menguasai ekonomi modern—mekanismenya sendiri benar-benar menarik.
Dalam kasus Amerika, setelah Perang Dunia II, muncul 10 kelompok keuangan utama, dan sampai sekarang mereka terus mengendalikan ekonomi nasional. Misalnya, Rockefeller Financial Group—dengan basis monopoli minyak—membangun jaringan keuangan yang menjangkau berbagai industri dengan pusatnya di Chase Manhattan Bank, lalu memperluas pengaruhnya ke berbagai sektor industri. Anda bisa membayangkan betapa besar skalanya, karena mereka menguasai setengah dari 16 perusahaan minyak besar.
Morgan Financial Group juga merupakan perusahaan mapan yang didirikan dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dengan JP Morgan sebagai inti yang menguasai industri keuangan. Mereka bahkan merambah hingga komputer elektronik, peralatan listrik, dan industri persenjataan. Perusahaan seperti IBM dan General Electric Company juga berada di bawah naungan mereka.
Di sisi lain, Texas Financial Group adalah tipe yang terikat pada daerah, dengan fokus pada industri minyak dan persenjataan. Perusahaan teknologi mutakhir seperti Texas Instruments juga termasuk di dalamnya. California Financial Group, dengan Bank of America sebagai porosnya, menempatkan perusahaan-perusahaan terkait pertahanan seperti Lockheed Aircraft dan Northrop di bawah kendali mereka.
Kalau melihat sistem konglomerat dunia seperti ini, kita bisa memahami bahwa itu bukan sekadar kumpulan bank dan perusahaan—melainkan sebuah kompleks yang mengintegrasikan keuangan dan industri secara mendalam. Mellon Financial Group mengendalikan Alcoa, Gulf Oil, dan Armco Steel; sementara DuPont Financial Group menekan ekonomi melalui kimia dan GM.
Ada pula konglomerat regional yang memiliki pengaruh di wilayah seperti Chicago, Boston, dan Cleveland. Polanya adalah: dari raksasa ritel seperti Sears Roebuck dan United Department Store, hingga industri mesin pertanian, baja, dan karet—para konglomerat di tiap wilayah membagi-bagi sektor industri.
Memahami jaringan ini, menurut saya, menjadi kunci untuk menelusuri mengapa ekonomi dunia modern terbentuk seperti sekarang, dan bagaimana para konglomerat dunia mempertahankan pengaruhnya. Penggabungan antara pusat keuangan dan modal industri—itulah esensi konglomerat dunia.