Kritikus mengatakan langkah-langkah keamanan Israel meningkatkan ketakutan dan ketidakpastian

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN) Sejak peristiwa 7 Oktober 2023, kekhawatiran keamanan telah menjadi sorotan utama dalam narasi politik Israel, dengan pihak berwenang membingkai operasi militer sebagai hal yang vital bagi kelangsungan hidup negara.

Namun, sebagian kritikus berpendapat bahwa tindakan-tindakan tersebut justru telah meningkatkan ketakutan, melemahkan kepercayaan terhadap perlindungan negara, dan berkontribusi pada realitas harian yang semakin tidak pasti.

Penelitian yang dilakukan oleh Itai Ater dan Nitai Bergman dari Universitas Tel Aviv menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam emigrasi selama 2023 dan 2024. Temuan mereka mengindikasikan bahwa sekitar 99.000 warga Israel meninggalkan negara tersebut sepanjang periode itu, sementara kurang dari 20.000 kembali pada 2024. Mayoritas besar dari mereka yang pergi—lebih dari tiga perempat—berusia di bawah 40 tahun.

Para pengamat menafsirkan angka-angka ini sebagai lebih dari sekadar cerminan ketidakpuasan ekonomi atau politik, melainkan menunjuk pada penurunan yang lebih luas dalam kepercayaan publik terhadap stabilitas jangka panjang negara.

Salah satu individu yang menyoroti kekhawatiran ini adalah Hila Amit, yang pindah ke Jerman pada 2011 karena alasan politik. Berbicara mengenai situasi saat ini, ia mengatakan bahwa warga Israel “definitif tidak” merasa lebih aman sekarang dibanding sebelum operasi militer Israel di Gaza dan ketegangan yang lebih baru dengan Iran.

“Saya pikir seluruh situasi di Israel sejak 1967 tidak aman, jadi saya tidak berpikir ada banyak perubahan. Ini semakin buruk,” katanya.

Amit mengaitkan memburuknya rasa tidak aman dengan kebijakan pemerintah, dengan mengkritik kepemimpinan di bawah Benjamin Netanyahu. Ia berpendapat bahwa tindakan-tindakan baru-baru ini telah berkontribusi pada meningkatnya korban jiwa di dalam masyarakat Israel, dengan menyatakan: “Netanyahu dan rencana megalomaniaknya untuk mengendalikan dan membuat Israel menjadi kerajaan baru, setiap tindakan yang dilakukan Negara Israel dalam beberapa tahun terakhir telah menghasilkan lebih banyak kematian dan cedera di dalam masyarakat Israel.”

Ia juga mengemukakan keraguan tentang efektivitas sistem pertahanan Israel, mempertanyakan apakah sistem tersebut benar-benar dapat menjamin keselamatan bagi warga sipil di tengah eskalasi ketegangan.

MENAFN02042026000045017640ID1110934895

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan