Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Agen Energi Terbarukan Internasional: Konflik di Timur Tengah menyoroti kebutuhan mendesak setiap negara untuk membangun sistem energi yang lebih tangguh
【Caixin.com】 Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik mempercepat kebutuhan akan transisi energi yang mendesak. Pada 26 Maret, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional, La Kameera, mengatakan dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tahunan Forum Bo’ao Asia 2026 bahwa konflik bersenjata terkini di Timur Tengah telah memperlihatkan kerapuhan sistem ekonomi berbagai negara dalam menghadapi guncangan harga minyak dan gas, sekaligus menunjukkan bahwa setiap negara perlu segera membangun sistem energi yang lebih beragam, berketahanan, dan lebih berkelanjutan.
“Transisi energi tidak hanya merupakan langkah untuk menghadapi perubahan iklim, tetapi juga menyediakan jalur penting bagi negara-negara untuk memperkuat keamanan energi dan meningkatkan ketahanan ekonomi.” La Kameera menyinggung hal tersebut.
Jauh sebelumnya, pada Desember 2023, Konferensi Para Pihak ke-28 Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (yaitu COP28) telah mencapai “Kesepakatan Uni Emirat Arab” pada banyak agenda. Kesepakatan itu menetapkan target: pada 2030, dunia mempercepat transisi dari bahan bakar fosil; kapasitas terpasang energi terbarukan ditingkatkan menjadi tiga kali lipat; efisiensi energi naik satu kali; dan emisi metana dikurangi secara signifikan.