Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja mendengar sebuah cerita yang cukup sedih tentang investasi emas yang ingin saya bagikan kepada kalian.
Dulu, 22 tahun yang lalu, saat harga emas tahun 2003 masih sangat murah, sekitar 74,5 yuan per gram, seorang wanita tua memutuskan untuk menukar seluruh tabungannya sebesar 300 juta untuk membeli 4000 gram emas batangan. Petugas bank saat itu berkata dengan sangat percaya diri: emas adalah mata uang keras, nilainya jauh lebih kuat daripada beton bertulang. Dia percaya, menyimpan emas di brankas, membayar biaya penyimpanan 0,6% setiap tahun, dan begitu terus selama 22 tahun.
Menuju musim semi tahun 2025, anak laki-lakinya membutuhkan uang mendesak untuk uang muka membeli rumah, wanita tua itu sedih menjual emasnya. Harga yang dibeli oleh Chu Daisheng adalah 688 yuan per gram, sehingga terjual sekitar 2,752 juta. Di dokumen tertulis, laba sebesar 2,452 juta, dengan tingkat pengembalian tahunan 9,2%. Kedengarannya bagus, tetapi setelah dikurangi biaya penyimpanan akumulasi sebesar 48.000 dan memperhitungkan inflasi — harga telah meningkat tiga kali lipat dalam 22 tahun itu — daya beli riil hanya setara dengan 820.000 yuan tahun 2003.
Kalau saja dia jujur membeli rumah di Lingkaran 3 Beijing dengan 300 juta? Rumah lama dari 3000 yuan per m² saat itu, sekarang sudah naik menjadi 150.000 yuan per m², sehingga 300 juta berubah menjadi 15 miliar. Perbedaan yang sangat besar, bukan?
Cerita ini mengungkapkan tiga kenyataan yang cukup menyakitkan:
Pertama, harga beli kembali emas di toko selalu lebih rendah sekitar 6% dari harga pasar. Kalau dia menjual emas tahun 2003 untuk membeli rumah, berapa banyak yang bisa dia dapatkan?
Kedua, biaya penyimpanan seperti rayap kayu, setiap tahun menggerogoti sebagian modal. 22 tahun totalnya bukan jumlah yang kecil.
Ketiga, inflasi — ini adalah pedang lembut yang membunuh tanpa terlihat darahnya. Dulu, satu jiao bisa membeli es krim mentega, sekarang bahkan es krim sirup harus delapan yuan.
Saya ingat ada seorang nenek Wang yang tinggal dekat situ, tahun 2003 juga punya 300 juta tetapi dia menggunakannya untuk membeli saham Tencent. Sekarang, akun beliau sudah memiliki sembilan digit.
Jadi, bisa dikatakan, emas adalah jimat perlindungan saat perang, tetapi dalam masa damai justru menjadi penghambat pertumbuhan kekayaan. Tetangga sering berkata: saat masa kacau sembunyikan emas, saat masa makmur sembunyikan chip. Sangat tepat.
22 tahun berlalu, cukup untuk Hong Kong dan Macau kembali dua kali, wanita tua itu baru menyadari bahwa menyimpan emas dalam masa damai, sama seperti naik sepeda ke jalan tol — terlihat aman, tetapi kenyataannya tertinggal oleh zaman sampai tidak terlihat lampu belakangnya lagi.