Mengapa Iran dan Amerika Serikat "bersaing" merebut pilot?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Komandan Garda Revolusi Islam Iran pada 3 hari ini mengumumkan bahwa mereka menembak jatuh sebuah pesawat tempur milik AS di wilayah Iran. Pejabat AS kemudian mengonfirmasi bahwa sebuah pesawat tempur F-15E “Strike Eagle” bermesin kembar milik AS jatuh di Iran; militer AS mengevakuasi seorang pilot, sementara seorang pilot lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Terkait dengan pilot ini, pencarian digelar setelah “saling berebut” antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya

Amerika Serikat

Menurut laporan dari CNN, pasukan AS mengerahkan pesawat penyelamat dan helikopter untuk memasuki wilayah Iran. Seorang pilot yang selamat berhasil diselamatkan, sementara seorang pilot lainnya masih belum diketahui keberadaannya; setelah itu, operasi pencarian dan penyelamatan pun dilanjutkan. Selain itu, menurut kabar dari pihak Inggris, pada malam tanggal 3 pasukan khusus AS masuk ke wilayah Iran untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.

Presiden AS Trump pada tanggal 3 sempat menerima wawancara telepon singkat dengan surat kabar Inggris “The Independent”. Ketika ditanya bagaimana respons pihak AS jika pilot tersebut ditawan atau mengalami cedera di Iran, Trump mengatakan: “Saya tidak bisa mengatakan, karena——kami berharap tidak akan terjadi situasi seperti itu.” Setelah itu, ia segera mengakhiri panggilan.

Iran

Menurut kabar dari pihak Iran pada tanggal 3, Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad mendorong masyarakat setempat untuk menangkap pilot militer AS yang jatuh di wilayah tersebut. Gubernur tersebut mengatakan bahwa keamanan dan kekuatan militer setempat sedang bekerja keras untuk mencari pilot militer AS; untuk individu atau kelompok yang berhasil menangkap atau meniadakan personel musuh, pemerintah provinsi akan memberikan penghargaan khusus.

Ahli: Nasib pilot berkaitan erat dengan arah perkembangan jalannya perang

Keberadaan dan nasib akhir dua pilot militer AS di pesawat F-15E akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap arah perkembangan situasi pertempuran saat ini.

Pertama, setelah pasukan penyelamat militer AS yang terdiri dari pesawat HC-130J dan helikopter HH-60 memasuki wilayah udara Iran, kemungkinan mereka akan kembali diserang oleh tembakan pertahanan udara.

Kedua, apabila pilot militer AS ditembak mati atau ditawan oleh pihak Iran, lalu ditampilkan ke luar melalui media, maka para pengambil keputusan yang memicu dimulainya perang akan menghadapi suara anti-perang yang lebih kuat di dalam negeri Amerika Serikat, sehingga memengaruhi keputusan militer berikutnya.

Ketiga, bahkan jika militer AS berhasil menyelamatkan pilot dan pasukan penyelamat tidak mengalami korban jiwa, insiden ini tetap akan membuat militer AS menilai ulang risiko yang ditimbulkan oleh serangan udara.

Sumber artikel: berita dari CCTV

Peringatan risiko dan ketentuan penyangkalan

        Ada risiko di pasar, investasi perlu kehati-hatian. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi khusus, kondisi keuangan, atau kebutuhan pengguna tertentu. Pengguna harus mempertimbangkan apakah setiap opini, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi spesifik mereka. Dengan demikian, berinvestasilah dengan tanggung jawab sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan