Baru saja menangkap sesuatu yang menarik dalam data arus modal. Investor Jepang menarik keluar dana sebesar 3,07 triliun yen dari obligasi luar negeri bulan lalu, yang merupakan pengeluaran bulanan terbesar dalam lebih dari setahun. Apa yang mendorong ini? Imbal hasil di pasar obligasi Jepang telah meningkat sementara imbal hasil Treasury AS mulai menurun, jadi menjadi lebih masuk akal untuk menyimpan uang di dalam negeri.



Angka-angkanya cukup mencolok sebenarnya. Mereka menjual 3,42 triliun yen dalam obligasi jangka panjang asing saja, yang merupakan arus keluar bulanan tertinggi sejak Oktober 2024. Sementara itu, mereka tetap membeli saham asing, dengan total 642,1 miliar yen bulan lalu. Barclays menyebutkan bahwa banyak dari pembelian saham ini terkait dengan program NISA Jepang, akun investasi bebas pajak yang dibuat pemerintah untuk mendorong orang memindahkan uang mereka ke ekuitas.

Jadi apa yang kita lihat adalah semacam penyeimbangan ulang—imbal hasil obligasi Jepang menjadi lebih kompetitif, obligasi asing menjadi kurang menarik, dan pada saat yang sama investor Jepang tetap tertarik pada saham luar negeri melalui akun yang menguntungkan dari segi pajak. Ini adalah sinyal yang cukup jelas tentang ke mana arus modal mengalir ketika dinamika imbal hasil berubah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan