Kepala Badan Energi Atom Internasional: AS dan Iran Mungkin Akan Mengadakan Pembicaraan di Pakistan

Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan, Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan mengadakan pembicaraan akhir pekan ini di ibu kota Pakistan, Islamabad. Grossi mengatakan dalam wawancara dengan The Evening Post bahwa isu yang akan dibahas dalam pertemuan itu tidak hanya menyangkut energi nuklir, tetapi juga rudal serta jaminan keamanan Iran. Grossi menyoroti bahwa AS meminta Iran mencapai “nol pengayaan uranium”, sementara Iran memfokuskan perhatian pada program nuklir sipil, kemandirian nuklir, dan isu-isu lainnya. Menurutnya, kedua pihak—AS dan Iran—dapat mencapai kesepakatan mengenai persoalan-persoalan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa fasilitas nuklir Iran “mengalami kerusakan” akibat serangan militer AS dan Israel, “tetapi tidak bersifat penentu”. Menyinggung kemungkinan langkah untuk menyelesaikan perang yang sedang berlangsung, Grossi mengatakan, pertama-tama perlu mewujudkan perdamaian, “tindakan militer bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah”. Pada 2015, Iran bersama Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok, dan Jerman menandatangani kesepakatan komprehensif terkait program nuklir Iran. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran membatasi aktivitas nuklirnya sendiri sebagai imbalan atas pencabutan sanksi terhadap Iran oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS, dan Uni Eropa. Namun, pada 2018, pemerintahan Trump AS secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir Iran dan memulihkan serta meningkatkan sanksi sepihak terhadap Iran. (Xinhua)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan