Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jumlah Pengungsi Meningkat Menjadi Lebih dari 21.000 Setelah Banjir di Malaysia
(MENAFN- IANS) Kuala Lumpur, 26 Nov (IANS) Jumlah pengungsi meningkat menjadi lebih dari 21.000 di Malaysia pada Rabu, dengan 10 negara bagian terdampak di seluruh negeri akibat musim monsun timur laut yang sedang berlangsung, menurut pihak berwenang.
Kelantan tetap menjadi yang paling parah terdampak, dengan 9.642 pengungsi banjir yang ditampung di 52 pusat bantuan banjir per pukul 9 pagi waktu setempat.
Wilayah lain yang sangat terdampak termasuk negara bagian Perak dengan 4.331 pengungsi, negara bagian Selangor dengan 2.909, dan 2.837 lainnya di negara bagian Kedah, sementara sisanya tersebar di seluruh negeri.
Kepala pemerintahan negara bagian Selangor Amirudin Shari mengatakan langkah-langkah mitigasi banjir di beberapa bagian negara bagian tersebut tidak mampu mengatasi lonjakan air dan kondisi cuaca yang luar biasa, menurut laporan kantor berita Xinhua.
“Pemerintah negara bagian sedang mengidentifikasi langkah-langkah lanjutan yang perlu diambil untuk memastikan keselamatan warga, termasuk meningkatkan infrastruktur mitigasi banjir dan tindakan segera untuk menjamin keselamatan serta kesejahteraan mereka yang terdampak,” katanya.
Sementara itu, wakil direktur jenderal Departemen Meteorologi Malaysia Ambun Dindang mengatakan banjir selama periode monsun timur laut tidak hanya bergantung pada curah hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor terkait lahan seperti perubahan tata guna lahan, kepadatan penduduk, dan efektivitas sistem drainase setempat.
Sebelumnya pada pekan ini, pihak berwenang telah mengumumkan bahwa banjir telah mengungsikan lebih dari 10.000 orang di Malaysia, dengan negara bagian utara Kelantan menjadi yang paling parah terdampak.
Sekretaris Utama Pemerintah Shamsul Azri Abu Bakar mengatakan pemerintah telah menurunkan lebih dari 100.000 personel dan aset dari berbagai instansi ke negara bagian yang terdampak banjir berat selama musim monsun.
Wakil Menteri Pendidikan Wong Kah Woh mengatakan ujian di tingkat nasional akan tetap berlangsung, karena pihak berwenang memiliki langkah kontingensi untuk menghadapi situasi tersebut, termasuk seperangkat lengkap prosedur operasi standar dan mekanisme untuk memastikan kandidat dapat mengikuti ujian dengan aman.
Sebelumnya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga menyampaikan dalam konferensi pers bahwa ia puas dengan tingkat kesiapsiagaan Badan Pengelolaan Bencana Nasional dalam menanggapi situasi banjir dan telah menginstruksikan semua instansi untuk mengerahkan upaya maksimal untuk membantu komunitas yang terdampak.
MENAFN26112025000231011071ID1110398545