[Red envelope] Bro Hundredfold membaca Bab 37 dari 《Tao Te Ching》: Wu Wei tanpa melakukan apa-apa, menghormati aturan, keuntungan akan datang sendiri!

Pagi ini mendayung perahu di danau sambil bermain, seekor ikan bass sendiri mengantarkan diri ke atas perahu—apakah ini ritme untuk jadi kaya?

Istirahatlah dengan baik, berjuang lagi setelah libur usai; semoga para saudara mendapatkan rezeki dari segala arah, dan setiap jalan ada sisanya!

Bab Tiga Puluh Tujuh Asli Teks

Jalan (Dao) yang sejati tanpa berbuat, tetapi juga tidak ada yang tidak dilakukan.
Jika para pangeran dan raja bisa menjaganya, segala sesuatu akan berubah dengan sendirinya.
Ketika perubahan ingin bergerak/bertindak, aku akan menenangkannya dengan “pohon” (朴) yang tak bernama.
“Pohon” yang tak bernama itu pun akan tidak berhasrat.
Tidak berhasrat untuk diam/tenang, maka seluruh dunia akan menjadi sendiri-sendiri teratur.

Di bab sebelumnya, kita membahas bahwa “yang ekstrem pasti berbalik”, serta “yang lemah mengalahkan yang kuat”—kita membahas hukum siklus pasar, dan juga jurus hidup bagi trader: menyembunyikan keunggulan, bersikap hemat, menjaga keselamatan, dan meraih keuntungan. Setelah memahami hukum langit ketika yin dan yang beralih, kita bisa memprediksi lebih awal titik balik tren, tidak terseret oleh umpan para pelaku utama untuk mengejar dan menekan (induce long/induce short), serta tidak dikuasai oleh keserakahan dan ketakutan diri sendiri. Dalam siklus naik-turun, kita bisa menjaga modal dan mendapatkan profit.

Bab Tiga Puluh Tujuh adalah bab terakhir dari bagian atas Daode Jing (Laozi). Di bab ini, Laozi memberikan batas tertinggi dalam berinvestasi: tanpa berbuat tetapi juga tidak ada yang tidak dilakukan. Bab ini merupakan tujuan akhir dari mental trading, standar tertinggi dalam eksekusi sistem, sekaligus ketenangan untuk menembus pasar bullish, bearish, dan bertahan dalam kestabilan jangka panjang—tanpa panik, tanpa tergesa-gesa.

  1. Dao yang tetap tanpa berbuat dan juga tanpa sesuatu yang tidak dilakukan

Jalan raya selalu selaras dengan hukum alam, tidak bertindak tanpa sebab, tidak memaksa, tidak mengada-ada, namun tetap mampu mewujudkan segala urusan—tanpa batas, tanpa tidak-bisa.

“Tanpa berbuat tetapi juga tanpa yang tidak dilakukan” adalah salah satu pemikiran inti dalam Daode Jing, dan di trading itu adalah hal tersulit untuk dilatih, sekaligus jurus paling tingkat tertinggi. Jika diterapkan dalam investasi, “tanpa berbuat” sama sekali bukan berarti kita menganggur tanpa posisi dan tidak bergerak, atau tidak melakukan apa-apa, apalagi rebahan lalu menyerah.

“Tanpa berbuat” yang sejati adalah: tidak bertindak seenaknya, tidak melakukan hal-hal membabi buta, tidak melawan arus, tidak trading karena emosi, dan tidak memperebutkan dengan paksa kesempatan yang sebenarnya tidak menjadi milikmu.

Intinya: tidak melakukan tindakan apa pun yang tidak sesuai dengan aturan tradingmu; tidak memaksa ambil posisi di dasar/menyelamatkan di puncak; hanya menunggu sistem tradingmu mengeluarkan sinyal yang jelas. Tidak sering trading untuk mengejar kenaikan dan menyapu penjualan saat harga jatuh; hanya melakukan kesempatan dengan kepastian tinggi. Tidak melawan tren pasar, melainkan mengikuti aturan—bersikap sejalan dengan arus (sesuai tren).

Banyak investor ritel menatap layar 4 jam setiap hari, melakukan ratusan hingga ribuan transaksi per tahun; mereka sibuk sampai kacau, tetapi justru makin rugi. Akar masalahnya adalah mereka terus bertindak seenaknya, terus melakukan operasi yang seharusnya tidak dilakukan. Sementara itu, trader andal yang benar-benar berpengalaman tampak seolah tidak melakukan apa-apa sehari-hari: tidak banyak gerak, tidak mengacak-acak, tidak merebut, tidak menguras emosi—namun setiap gelombang tren yang semestinya menghasilkan keuntungan, semuanya bisa diambil dengan mantap. Itulah “tidak ada yang tidak dilakukan”.

Ingat baik-baik: keuntungan dalam trading tidak pernah berasal dari operasi yang sering, atau dari adu-banteng mati-matian yang memaksa. Keuntungannya datang dari menjaga aturan, mengikuti tren—profit akan datang dengan sendirinya kepada kita.

  1. Jika pangeran/raja bisa menjaga ini, maka segala sesuatu akan berubah dengan sendirinya

Jika penguasa—raja yang memegang kuasa—bisa menjaga Dao tanpa berbuat ini, maka semua makhluk di dunia akan tumbuh dan berevolusi menurut hukum masing-masing. Ketertiban dunia akan menjadi rapi dengan sendirinya; keamanan negeri, kemakmuran rakyat.

Dalam konteks trading, setiap orang dari kita adalah “pangeran/raja” bagi akun sendiri. Setiap kali kita melakukan transaksi menentukan naik-turunnya hidup-mati akun—bagaimana masa depan, kesejahteraan, dan kejatuhannya. Jika kita bisa menjaga sistem trading kita dengan kuat, dan berpegang pada aturan trading, maka ritme pergerakan harga, arah tren, peluang profit, pertumbuhan akun—semuanya akan tampil secara alami, dan secara alami akan mengarah kembali kepada kita.

Kita sama sekali tidak perlu menatap layar setiap hari sampai cemas hingga tidak bisa tidur. Kita juga tidak perlu mencari-cari所谓 kabar orang dalam. Kita tidak perlu mengejar pasar yang sedang jadi sorotan lalu ikut-ikutan ke mana-mana. Bahkan tidak perlu memaksa menangkap setiap peluang yang tampak seperti bisa menghasilkan uang.

Yang kita butuhkan hanya menjaga Dao, menjaga aturan, dan menjaga mental kita. Dengan begitu, akun akan “berubah dengan sendirinya”, bergerak naik secara stabil, dan menghasilkan profit yang berkelanjutan serta stabil.

Seluruh prosesnya terjadi dengan sendirinya—tidak melelahkan, tidak berbelit, tidak menyakitkan. Inilah kekuatan berjalan sesuai jalan (bersandar pada Dao).

Di mata orang yang benar-benar memahami investasi dan mengikuti hukum, investasi tidak pernah menjadi urusan sulit yang harus dipukul sampai habis dengan segenap tenaga. Yang perlu kita lakukan bukanlah mengalahkan pasar, melainkan menghormati hukum, menghormati pasar, menjaga aturan, dan menunggu dengan sabar sampai kesempatan yang menjadi milik kita muncul.

  1. Ketika perubahan ingin bergerak/bertindak, aku akan menenangkannya dengan “pohon” yang tak bernama

Begitu segala sesuatu mengalami keinginan serakah yang berlebihan, pikiran khayal yang keliru, dan kegelisahan/gelombang yang terlalu aktif, maka ia harus ditenangkan, dipulihkan, dan dibatasi dengan Dao yang paling sederhana, paling murni, paling hakiki.

Kalimat ini benar-benar dibuat khusus untuk para trader: semacam disiplin besi mengenai kontrol emosi. Apa yang dimaksud dengan “ingin bergerak/bertindak” dalam trading?

Itu saat harga bergerak gila-gilaan menaik dengan cepat, keserakahanmu benar-benar kambuh; kamu tidak tahan untuk mengejar di harga tinggi, ingin full posisi, menambah leverage, all-in—khawatir kesempatan gelombang ini tidak akan ada lagi.

Itu saat akun mengalami drawdown, ketakutanmu menyebar sepenuhnya; kamu tidak tahan untuk cut loss di titik terendah, ingin melakukan bottom-fishing melawan tren dan melawan posisi (antisipasi), takut rugi lebih banyak.

Itu saat kamu melihat orang lain mengejar tren yang lagi panas lalu menghasilkan uang, kamu tidak bisa diam; kamu lupa aturanmu sendiri, lalu ikut masuk untuk berjudi sebentar—semua itu adalah keinginan dan emosi kamu yang berbuat seenaknya.

Pada saat seperti itu, Laozi mengajarkan agar kita “menenangkannya dengan pohon yang tak bernama”. Lalu, “pohon” (朴) itu apa?

Itu tren pasar yang kita bahas dari Bab 1 sampai sekarang: siklus, hukum lapisan bawah—yaitu sistem trading kita yang kokoh, aturan manajemen risiko, disiplin take profit dan stop loss. Itu adalah batas paling sederhana, paling mendasar, yang tidak pernah berubah dalam trading.

Ketika emosimu memuncak dan pikiran-pikiran yang keliru bermunculan, jangan ikuti perasaan untuk bertindak. Berhentilah, kembali ke aturanmu. Gunakan aturan trading yang paling sederhana dan paling mendasar untuk menekan keserakahan serta ketakutan yang sedang meledak-ledak; gunakan disiplin trading yang paling fundamental dan paling murni untuk menstabilkan mentalmu yang kehilangan kendali—itulah kontrol emosi tertinggi dalam trading.

  1. “Pohon” yang tak bernama itu, maka ia juga akan tanpa hasrat

Ketika kita benar-benar menjaga Dao yang sederhana ini—aturan yang kokoh—maka dengan sendirinya kita akan menghapus kelebihan-kelebihan keserakahan, pikiran keliru, dan keterikatan (obsesi).

“Tanpa hasrat” di sini, sama sekali bukan berarti seseorang tidak ingin menghasilkan uang atau tidak ingin profit. Itu melanggar sifat manusia, dan bahkan bertentangan dengan niat awal saat masuk ke pasar saham.

“Tanpa hasrat” yang sejati adalah tidak serakah, tidak gelisah, tidak bermimpi berlebihan, tidak memohon/memaksa dengan khayalan. Tidak serakah pada uang yang bukan milikmu; tidak mengharapkan mitos kaya mendadak dalam semalam. Menghilangkan sifat berjudi all-in; tidak memohon untuk mengalahkan pasar; tidak memohon untuk mengeruk setiap jengkal profit.

Banyak orang rugi dalam trading justru karena terlalu banyak dan terlalu besar hasrat. Saat naik ingin menghasilkan uang, saat turun juga ingin menghasilkan uang. Ingin mengejar main line (arus utama), tetapi juga tidak mau melewatkan altcoin. Saat gelombang utama ingin menahan lebih lama, saat terjadi rebound juga tidak mau ketinggalan. Satu sen ingin dianggap sepuluh bagian, setelah dapat yang satu menyesal tidak dapat yang lain. Akibatnya: semua uang ingin dicari—hasilnya tidak ada uang yang benar-benar didapat. Justru rugi parah.

Ketika kita menjaga “pohon” milik kita, menjaga aturan trading dan lingkar kemampuan kita, maka kita secara alami akan melepaskan pikiran-pikiran yang tidak semestinya. Kita hanya menghasilkan uang dari hal yang kita pahami, bisa pegang, dan sesuai aturan. Ketika hasrat yang tidak perlu dihilangkan, mental pun menjadi tenang. Saat mental tenang, operasi secara alami menjadi rapi; lalu tidak akan lagi terjadi trading yang kacau karena emosi.

  1. Tidak ingin (berhasrat) untuk diam/tenang, maka dunia akan menjadi sendiri-sendiri teratur

Ketika kita melepaskan keserakahan dan pikiran yang berlebihan, dan menjaga batin agar tetap jernih serta tenang, seluruh dunia kita secara alami akan kembali ke keteraturan, kembali menuju kedamaian.

Jika diterapkan dalam trading: ketika kita sudah mencapai keadaan tidak serakah dan tidak gelisah, tidak panik, tidak kacau, dan selalu menjaga batin agar tetap tenang—serta menjaga aturan trading—maka tidak peduli pasar meledak naik atau meledak turun, apakah bullish liar atau bencana saham, apakah sideway atau tren satu arah, semuanya tidak akan lagi mampu mengacaukan ritme kita dan mengguncang mental kita.

Kalau hati sudah mantap, ritme trading akan otomatis sesuai. Kalau operasi sudah stabil, kurva akun akan secara alami bergerak naik dengan stabil. Kita menjaga aturan, profit yang berkelanjutan dan stabil pun akan datang.

Kita tidak bisa mengendalikan naik-turunnya pasar, tetapi kita bisa mengendalikan batin dan cara kita beroperasi. Ketika hati kita mantap, seluruh dunia trading kita pun menjadi mantap.

Bab Tiga Puluh Tujuh, karya penutup dari “Dao Jing”, sekaligus panduan “tanpa berbuat” paling akhir untuk semua trader. Level tertinggi investasi—dari dulu hingga sekarang—bukan menang dengan trading yang sering untuk mengalahkan pasar, melainkan mengikuti arus sehingga menang. Bukan menang lewat berbuat seenaknya demi uang cepat seperti bertaruh nyawa, melainkan menang dengan menjaga Dao dan menjaga aturan untuk meraih uang dalam jangka panjang.

Sampai di sini, bagian atas Daode Jing—yakni Daode Jing (Dao Jing)—kita sudah membahas semuanya.

Mulai bab berikutnya, kita akan membicarakan Daode Jing bagian bawah dari sudut pandang investasi: “De Jing”.

“Dao Jing” terutama membahas apa itu Dao, sedangkan “De Jing” membahas bagaimana berjalan sesuai Dao.

Di bab berikutnya, kita akan bertemu beberapa istilah baru, yaitu “名” yang bisa disebut sebagai “nama”—sebuah “名” yang bisa dipahami sebagai “yang sangat bernama”. Untuk bisa menjelaskan Daode Jing dengan jelas, untuk memahami Daode Jing dengan baik, dan untuk benar-benar menerapkan kebijaksanaan Laozi ke dalam trading, konsep-konsep inti ini tidak bisa dihindari. Pelan-pelan biasakan, pelan-pelan pelajari sampai benar-benar menguasai. Terutama bagi teman-teman yang sebelumnya belum familiar dengan Daode Jing: harus duduk tenang dan melangkah selangkah demi selangkah.

Di bab berikutnya, Laozi mengajarkan kita: “Shangde bu de” (berbuat unggul tanpa berbuat yang memaksakan), yaitu ada kebajikan (de). Kita akan membahas kebajikan dan wawasan dalam investasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan