Menariknya, saya perhatikan: ternyata, mata uang termahal di dunia dan paspor paling berpengaruh bukan berasal dari negara yang sama. Begitulah situasi yang paradoksal.



Menurut data Desember tahun lalu, negara-negara Arab menduduki puncak peringkat berdasarkan nilai mata uang. Dinar Kuwait, dinar Bahrain, rial Oman — ini adalah para raksasa sebenarnya. Kuwait memimpin daftar dengan mata uang termahal. Diikuti oleh pound Inggris, franc Swiss, dan euro. Dollar AS, omong-omong, hanya berada di posisi kesepuluh, meskipun banyak yang berpendapat berbeda.

Namun, untuk paspor, ceritanya sangat berbeda. Singapura, Korea Selatan, dan Jepang — inilah yang benar-benar berkuasa dalam peringkat mobilitas tanpa visa. Orang Eropa juga kuat: Jerman, Prancis, Italia. Warga Kanada, Australia, dan Selandia Baru tidak kalah. Tapi paspor Kuwait? Ada dalam peringkat, tetapi jelas tidak di top-3.

Jadi, gambaran yang lucu: uang di satu tempat, pengaruh dan kebebasan bergerak di tempat lain. Kekuatan ekonomi dan mobilitas warga adalah metrik yang berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan