Belakangan ini di komunitas banyak pemula yang mengalami kerugian, setelah saya tanya-tanya baru sadar mereka sama sekali tidak tahu apa arti stop loss, apalagi menggunakan take profit dan stop loss. Sejujurnya, kedua hal ini adalah garis hidup dalam trading bagi saya, tanpa itu saya sudah tersingkir dari pasar sejak lama.



Pertama, mari bahas take profit. Singkatnya, setelah mendapatkan keuntungan, kita harus tahu kapan saatnya mengamankan profit. Saya yakin banyak orang pernah mengalami pengalaman ini: melihat harga koin terus naik, berpikir bahwa masih bisa naik lagi, tapi tiba-tiba harga berbalik turun, dan keuntungan yang awalnya didapat berubah menjadi kerugian. Kalau saat itu sudah dipasang take profit, meskipun nanti harga naik lebih tinggi dan kita tidak bisa mendapatkan bagian itu, setidaknya kita sudah memastikan mendapatkan keuntungan.

Lalu ada stop loss, ini lebih penting lagi. Stop loss artinya menjual kerugian secara otomatis saat pasar bergerak ke arah yang berlawanan. Banyak orang terjebak di sini karena tidak mau rugi, akhirnya kerugiannya makin besar, bahkan sampai kehilangan seluruh modal. Kalau sudah dipasang stop loss, meskipun hati terasa sakit, setidaknya kita masih menyisakan sebagian modal dan punya peluang untuk bangkit di gelombang pasar berikutnya.

Mengapa saya sangat menekankan stop profit dan stop loss? Karena keduanya bisa membantu Anda melakukan tiga hal. Pertama, mengendalikan risiko. Volatilitas kripto sangat tinggi, tanpa stop profit dan stop loss sama saja seperti berjudi. Kedua, menjaga kestabilan mental. Setelah menetapkan level harga, sistem akan otomatis menjalankan, jadi kita tidak akan impulsif karena melihat fluktuasi grafik. Ketiga, mengevaluasi strategi. Dengan menjalankan stop profit dan stop loss secara konsisten, kita bisa benar-benar tahu apakah strategi trading kita efektif.

Lalu, bagaimana cara mengoperasikannya? Misalnya, Anda membeli sebuah koin dengan modal 1000 rupiah, berharap mendapatkan keuntungan 200 rupiah, maka atur level take profit di 1200. Tapi, untuk stop loss, hati-hati, jika Anda hanya mampu menanggung kerugian maksimal 100 rupiah, maka level stop loss di 900. Tapi, jika Anda pasang order jual di 900, otomatis akan langsung terpicu karena harga saat ini 1000. Jadi, Anda perlu menggunakan trigger price, misalnya trigger di 900 dan stop loss di 890, saat harga turun ke 900, sistem baru akan membuat order jual di 890.

Ada juga metode lanjutan yang disebut trailing stop, yaitu tidak menggunakan level tetap, melainkan menggunakan rasio relatif. Misalnya, setting trailing stop -200, jika harga naik ke 2000, maka stop loss otomatis akan bergeser ke 1800. Jadi, meskipun kemudian turun ke 1800, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan 800. Tapi, jika harga langsung jatuh ke 800, posisi akan otomatis tersentuh stop loss. Keuntungan dari metode ini adalah Anda bisa melindungi profit saat pasar bergerak menguntungkan, tanpa dibatasi angka tetap.

Sebagian besar exchange utama sudah menyediakan fitur stop profit dan stop loss yang bisa diatur saat order dibuat, jadi tidak perlu menunggu transaksi selesai dan melakukan manual. Baik trading spot maupun kontrak futures mendukung fitur ini, dan bisa dipilih antara order market atau limit. Kalau pakai kontrak, disarankan menggunakan mark price daripada harga terakhir untuk trigger, agar tidak terpicu oleh fluktuasi harga yang tiba-tiba.

Intinya, bagaimana menentukan rasio stop profit dan stop loss yang terbaik? Menurut saya, tidak ada jawaban mutlak. Untuk take profit, atur di level di mana Anda merasa sudah cukup mendapatkan keuntungan. Untuk stop loss, atur di level di mana kerugian membuat hati sakit. Ada yang mengacu pada support dan resistance, ada yang melihat moving average, tapi yang terpenting adalah sesuai dengan toleransi risiko pribadi.

Kalau Anda belum pernah benar-benar menggunakan stop profit dan stop loss, saya sarankan latihan dulu dengan akun demo, tanpa risiko. Dengan latihan ini, Anda bisa memahami cara kerjanya. Setelah mulai menerapkan stop profit dan stop loss secara serius, Anda akan merasa trading menjadi lebih rasional dan kerugian pun berkurang. Ini adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki trader tingkat lanjut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan