Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja menerima beberapa pertanyaan tentang apa itu kebangkrutan, apa itu likuidasi keras, dan perbedaan di antara keduanya. Hari ini saya akan menjelaskan secara rinci agar kalian memahami lebih jelas tentang risiko-risiko ini.
Dimulai dari apa itu kebangkrutan. Kebangkrutan terjadi ketika dana dalam akun tidak cukup untuk mempertahankan posisi trading saat ini. Situasi ini sesuai dengan saat perusahaan pialang mengirim permintaan margin call kepada Anda. Dari sudut pandang banyak investor, ini sudah menjadi tanda bahwa akun mulai bermasalah — tidak hanya tidak bisa membuka posisi baru, tetapi juga harus menanggung kerugian nyata.
Saya ambil contoh spesifik agar lebih mudah dipahami. Misalnya Anda memiliki 10.000 yuan dalam akun dan sudah menggunakan seluruh dana ini sebagai margin untuk posisi. Saat ini risiko = modal akun / margin = 10.000 / 10.000 = 100%. Perusahaan pialang biasanya belum akan melakukan intervensi pada tingkat ini. Tetapi jika pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda, modal berkurang menjadi 9.000 yuan, risiko menjadi 90%, dan akun sudah mengalami kerugian sebesar 1.000 yuan. Inilah saat kebangkrutan adalah apa itu — akun mulai menjadi negatif. Jika kerugian tidak melebihi batas risiko yang ditetapkan oleh perusahaan pialang, Anda hanya akan menerima pemberitahuan margin call.
Selanjutnya adalah likuidasi keras. Jika pasar terus bergerak berlawanan, kerugian mencapai 4.000 yuan, risiko = 6.000 / 10.000 = 60%, saat ini Anda sudah masuk ke zona likuidasi keras. Perusahaan pialang akan segera menghubungi Anda. Dalam likuidasi keras, meskipun risiko sangat besar, perusahaan pialang akan menjual seluruh posisi Anda untuk memotong kerugian. Akun masih tersisa 6.000 yuan — Anda tidak sepenuhnya kehilangan modal.
Namun jika situasinya menjadi ekstrem, Anda mengalami kerugian sebesar 12.000 yuan, risiko = -2.000 / 10.000. Lalu, apa itu kebangkrutan sebenarnya? Itu adalah saat akun Anda memiliki saldo negatif. Anda tidak hanya kehilangan seluruh modal awal, tetapi juga berhutang kepada perusahaan pialang sebesar 2.000 yuan. Uang ini sebenarnya adalah margin trading yang telah dibayar perusahaan pialang kepada bursa.
Perbedaan yang jelas adalah: likuidasi keras masih menyisakan sebagian modal, sedangkan kebangkrutan sepenuhnya membuat akun menjadi negatif. Banyak orang menggabungkan kedua situasi ini dan menyebutnya sebagai kebangkrutan, karena keduanya adalah hasil dari kerugian. Likuidasi keras adalah tugas dari perusahaan pialang, sedangkan kebangkrutan adalah tanggung jawab Anda.
Namun sebenarnya, apa itu kebangkrutan bukanlah masalah terbesar. Yang lebih penting adalah Anda harus secara rutin memantau rasio risiko akun, memahami kondisi keuangan Anda sendiri. Jika benar-benar mengalami kebangkrutan, Anda harus mengembalikan uang hutang kepada perusahaan pialang atau bursa. Tidak membayar akan dilaporkan ke sistem kredit, bisa masuk daftar larangan pasar, bahkan menghadapi tuntutan hukum.
Mungkin Anda bertanya, apakah apa itu kebangkrutan harus benar-benar dilunasi? Jawabannya adalah ya. Saat berpartisipasi dalam trading, Anda harus mematuhi aturan. Jika melanggar, konsekuensinya akan sangat berat. Oleh karena itu, kelola risiko secara cerdas, selalu pantau kondisi akun, dan jangan pernah sampai akun Anda mengalami kebangkrutan total. Semoga trading kalian sukses!