Saya baru menyadari bahwa banyak pemula di pasar crypto sering melewatkan satu hal yang sangat penting — yaitu cara mengelola perintah trading mereka. Hari ini saya ingin berbagi tentang 3 konsep dasar yang harus dipahami oleh siapa saja yang ingin trading secara profesional.



Pertama adalah Entry - titik masuk. Sederhananya, ini adalah harga di mana Anda mulai membeli atau menjual suatu aset. Jika harga berakhir tepat di Entry Anda, maka Anda dianggap break even. Cukup mudah dipahami, bukan?

Namun yang penting adalah Anda harus tahu cara melindungi diri saat pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda. Itu adalah Stop Loss - atau seperti yang biasa saya sebut, cut loss. Stop Loss memungkinkan Anda secara otomatis menutup posisi jika harga turun ke level yang ditentukan, membantu Anda meminimalkan kerugian. Untuk posisi Buy, Stop Loss harus lebih rendah dari Entry. Untuk posisi Sell, sebaliknya, Stop Loss harus lebih tinggi dari Entry. Satu trik kecil adalah jangan menempatkan Stop Loss terlalu dekat dengan Entry, karena pasar sering berfluktuasi keras dan Anda bisa terkena wipe out yang tidak perlu.

Sekarang mari bahas bagian yang semua orang ingin tahu — take profit. Take Profit apa itu? Ini adalah perintah yang memungkinkan Anda secara otomatis mengunci keuntungan saat harga mencapai target. Mirip dengan Stop Loss, tetapi mengikuti arah keuntungan. Untuk posisi Buy, Take Profit harus lebih tinggi dari Entry. Untuk posisi Sell, harus lebih rendah dari Entry. Sebenarnya, apa itu Take Profit — ini adalah cara Anda berkata "oke, cukup keuntungan, saya keluar."

Saya lihat banyak orang awalnya tidak mengerti mengapa harus mengatur perintah ini sebelumnya. Tapi ketika Anda mengatur Stop Loss dan Take Profit, Anda akan menghemat waktu untuk terus-menerus memantau transaksi. Selain itu, tekanan psikologis juga berkurang banyak saat Anda tahu bahwa kerugian atau keuntungan Anda sudah dikendalikan dalam batas yang wajar — biasanya 0.5 sampai 1% dari akun. Salah satu strategi yang sering saya gunakan adalah menempatkan Stop Loss lebih kecil dari Take Profit berdasarkan Entry, sehingga saat ada banyak transaksi, perintah take profit akan menutupi kerugian dari posisi yang terkena cut loss.

Namun, tidak selalu berjalan mulus. Saat pasar berfluktuasi keras, Anda akan mengalami fenomena wipe out Stop Loss — yaitu harga menyentuh Stop Loss, menutup posisi, lalu kembali lagi. Itulah sebabnya mengapa tidak disarankan menempatkan Stop Loss terlalu dekat dengan Entry. Selain itu, terkadang posisi Anda adalah posisi yang sangat baik dan sulit untuk kembali, tetapi Take Profit sudah aktif dan harga terus naik. Tetapi meskipun ada risiko ini, mengatur Stop Loss atau Take Profit sangat penting, terutama dalam trading Future. Jika melewatkan Stop Loss, Anda bisa kehilangan seluruh modal dalam sekejap.

Ketika Anda memutuskan untuk trading secara profesional, Stop Loss dan Take Profit bukan sekadar perintah tambahan — mereka adalah fondasi pengelolaan risiko. Makanlah sedikit tapi makanlah secara bertahan, ya. Itu adalah cara untuk bertahan lama di pasar ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan