AS Hentikan Semua Penerbitan Visa Kepada Warga Afghanistan

(MENAFN- IANS) Washington, 29 Nov (IANS) Amerika Serikat telah menunda visa untuk warga Afghanistan, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dua hari setelah seorang pria asal Afghanistan menembak dan membunuh satu prajurit National Guard serta melukai kritis seorang lainnya di dekat Gedung Putih.

“Departemen Luar Negeri Pemerintahan (Donald) Trump telah menunda penerbitan visa untuk semua individu yang bepergian dengan paspor Afghanistan,” tulis Rubio di platform sosial X. “Amerika Serikat tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi selain melindungi negara dan rakyat kami.”

“Departemen Luar Negeri telah segera menunda penerbitan visa bagi individu yang bepergian dengan paspor Afghanistan,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.

Rahmanullah Lakanwal, pelaku penembakan yang diduga berusia 29 tahun, masuk ke Amerika Serikat pada 2021 di bawah program Operation Allies Welcome pada masa pemerintahan (Joe) Biden. Ia mengajukan suaka tahun lalu, dan dikabulkan awal tahun ini, lapor kantor berita Xinhua.

Lakanwal “lulus semua pemeriksaan” sebelum bekerja dengan CIA di negara asalnya dan sekali lagi sebelum datang ke Amerika Serikat, demikian laporan media lokal.

FBI kini menyelidiki penembakan tersebut sebagai tindakan terorisme.

Lakanwal sebelumnya pernah bertugas bersama pasukan AS di Afghanistan.

Menurut NBC News, tersangka, yang diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal berusia 29 tahun, tiba di Amerika Serikat pada September 2021 setelah menghabiskan satu dekade di tentara Afghanistan, tempat ia mendukung Pasukan Khusus AS.

Ia telah tinggal di negara bagian Washington, lapor NBC News, mengutip sumber penegak hukum senior.

Fox News melaporkan bahwa tersangka bekerja dengan berbagai entitas pemerintah AS saat di Afghanistan, termasuk Badan Intelijen Pusat, sebagai anggota pasukan mitra.

Serangan terjadi sekitar pukul 14:15 waktu setempat (1915 GMT) dekat Stasiun Metro Farragut Square, kata sebuah pernyataan dari Joint Task Force DC, yang mengawasi penempatan National Guard ke Washington. Tersangka ditembak oleh anggota Guard lainnya dan dibawa ke tahanan, kata para pejabat.

Pihak berwenang masih berupaya mengonfirmasi semua detail mengenai individu tersebut, yang saat ini dirawat di rumah sakit.

MENAFN28112025000231011071ID1110411865

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan