Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sebuah pengamatan menarik: aksi Tom Lee baru-baru ini di Ethereum patut diperhatikan. Strategis terkenal dari Wall Street ini, yang pernah disebut sebagai 'Wall Street oracle' karena prediksi tren pasar yang akurat, kini mengalihkan fokusnya ke dunia kripto.
Pertama, latar belakangnya. Tom Lee mulai berkecimpung di Wall Street sejak tahun 1990-an, pernah bekerja di Kidder Peabody dan Salomon Smith Barney, lalu bergabung dengan JPMorgan sebagai kepala strategi saham (2007-2014). Ciri khasnya adalah berbasis data, berani berbicara dan bertindak. Pada tahun 2002, dia merilis laporan yang meragukan data keuangan Nextel, menyebabkan sahamnya turun 8%. Meski kemudian terbukti tidak ada pelanggaran, kejadian ini menunjukkan gaya kerjanya—tidak takut bikin masalah asalkan data mendukung.
Pada 2014, dia mendirikan Fundstrat Global Advisors, mengelola aset lebih dari 1.5B, melanjutkan bisnis prediksinya. Pada 2020, dia memprediksi rebound pasar saham berbentuk V secara akurat, dan pada 2023 memprediksi S&P 500 akan mencapai 5200 poin di 2024, yang kemudian terbukti benar. Prediksi jangka menengah dan panjangnya memang cukup mumpuni.
Namun yang paling menarik adalah aksi di bidang kripto. Tom Lee adalah salah satu strategis Wall Street pertama yang memasukkan Bitcoin ke dalam kerangka valuasi utama. Pada 2017, dia merilis kerangka valuasi Bitcoin sebagai pengganti emas, dengan prediksi bahwa nilai Bitcoin akan berpusat di sekitar $20.300.
Hingga 2025, dia menjadi Chairman di BitMine Immersion Technologies, yang mengalihkan fokus dari penambangan Bitcoin ke strategi cadangan Ethereum. Ini yang benar-benar patut diperhatikan—mereka berencana memegang 5% dari total pasokan Ethereum. Hingga Agustus 2025, mereka sudah memegang lebih dari 830k ETH, bernilai sekitar 3 miliar dolar. Ini bukan sekadar investasi biasa, melainkan sebuah taruhan strategis.
Mengapa Tom Lee sangat optimis terhadap Ethereum? Dia percaya ETH mewakili peluang trading makro terbesar selama 10-15 tahun ke depan. Beberapa alasan:
Pertama, stablecoin. Pasar stablecoin saat ini sudah melebihi @E5@250 miliar, lebih dari 50% diterbitkan di jaringan Ethereum, menyumbang sekitar 30% dari biaya transaksi jaringan. Tom Lee memprediksi pasar stablecoin akan tumbuh menjadi 2-4 triliun dolar, yang secara langsung akan meningkatkan penggunaan dan biaya di jaringan ETH.
Kedua, integrasi keuangan tradisional dan AI. Sebagai platform kontrak pintar, Ethereum mendukung aktivitas keuangan on-chain, tokenisasi aset, dan tokenisasi robot AI, menjadi infrastruktur kunci yang menghubungkan dunia keuangan tradisional dan kripto. Logika ini cukup menarik—bukan bahwa kripto akan menggantikan keuangan tradisional, melainkan keduanya akan bersinergi di Ethereum.
Ketiga, partisipasi institusi. Wall Street kini berpartisipasi dalam konsensus melalui staking Ethereum, yang lebih mirip 'partisipasi tata kelola' daripada sekadar jual beli. Model 'Ethereum micro-strategy' dari BitMine, melalui penerbitan saham dan hasil staking, memperbesar nilai aset bersih per saham.
Saat ini, harga ETH sekitar $2.05K, dengan kapitalisasi pasar sekitar $247.54 miliar. Jika logika Tom Lee benar dan pasar stablecoin benar-benar tumbuh ke level triliunan dolar, maka permintaan terhadap infrastruktur seperti Ethereum akan sebesar apa? Ini mungkin alasan mengapa dia sangat optimis tentang masa depan ETH. Menariknya, pandangannya ini bukan sekadar intuisi investor, melainkan didasarkan pada analisis data dan logika pasar. Patut terus mengamati aksi Tom Lee dan BitMine di ekosistem Ethereum ke depan.