Pasokan energi semakin ketat, Korea Selatan mendorong penggunaan transportasi umum di luar jam sibuk

Istana Kepresidenan Korea, Cheong Wa Dae, pada tanggal 3 menyatakan bahwa untuk menghadapi pengetatan pasokan energi yang dipicu oleh situasi Timur Tengah yang tidak stabil, pemerintah berencana mendorong masyarakat agar pada jam-jam di luar jam sibuk melakukan perjalanan secara proaktif dengan menggunakan transportasi umum melalui pemberian insentif. Yonhap mengutip pernyataan juru bicara Cheong Wa Dae, Jun Eun-su, pada tanggal 3 dalam sebuah konferensi pers, yang melaporkan bahwa pemerintah Korea telah mengadakan rapat tanggap darurat pada tanggal 2 untuk membahas rancangan-rancangan spesifik guna menyebar kebutuhan layanan transportasi umum pada waktu-waktu di luar jam sibuk. Badan-badan publik Korea akan menjadi yang pertama menerapkan sistem waktu komuter yang fleksibel, dan setelah itu akan meneliti kelayakan untuk memperluas kebijakan tersebut ke sektor swasta. (Xinhua)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan