Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada sebuah cerita yang selalu saya rasa patut direnungkan. Apakah kalian pernah mendengar tentang Erik Finman? Pengalamannya benar-benar salah satu kasus paling gila di dunia kripto.
Cerita ini dimulai dari tahun 2011. Saat itu Erik baru berusia 12 tahun, neneknya memberinya uang 1000 dolar sebagai dana kuliah. Tapi anak ini tidak mengikuti jalur biasa—dia menginvestasikan seluruhnya ke Bitcoin, yang saat itu harganya hanya 12 dolar per koin. Bagaimana dia bisa terpikirkan? Dia melihat seseorang mengenakan kaos Bitcoin di sebuah acara politik, dan mendengar orang bilang bahwa ini akan "mengakhiri Wall Street", rasa ingin tahunya pun muncul. Kemudian dia mulai belajar sendiri, dan akhirnya benar-benar memutuskan untuk membeli.
Selama beberapa tahun berikutnya, Erik Finman terus mengumpulkan kekayaan, menyaksikan harga Bitcoin yang terus naik. Pada usia 15 tahun, dia menggunakan uang yang dia kumpulkan untuk mendirikan Botangle, sebuah platform pendidikan online yang menghubungkan siswa dan mentor melalui video. Dia tidak puas dengan sistem pendidikan tradisional, dan ingin mengubahnya sendiri. Seorang investor memberinya pilihan: uang tunai 100.000 dolar atau 300 Bitcoin. Saat itu, nilai Bitcoin jauh di bawah 100.000 dolar, tapi Erik tetap memilih Bitcoin.
Titik balik pun tiba. Dia bertaruh dengan orang tuanya: jika sebelum usia 18 dia menjadi jutawan, dia tidak perlu kuliah. Ketika Bitcoin menembus harga 2700 dolar pada 2017, dompet Erik sudah berisi lebih dari 1 juta dolar. Dia benar-benar berhasil. Tidak kuliah, malah terjun ke berbagai proyek startup, termasuk proyek satelit bernama Da Vinci Project yang didukung NASA, yang bertujuan mengirim musik, informasi, dan kripto ke luar angkasa.
Dari 1000 dolar menjadi miliarder, dari anak desa kecil menjadi pengusaha kripto, apa yang bisa kita pelajari dari cerita Erik Finman? Ketekunan, keberanian bertaruh, dan mampu melihat tren. Dia bukan hanya mengandalkan keberuntungan, melainkan sudah bertindak saat orang lain masih meragukan. Tentu saja, sekarang Bitcoin sudah mencapai level 66.84K, dan melihat harga 12 dolar di masa lalu membuat keputusan itu tampak sangat gila. Tapi inti sebenarnya bukan pada harga itu sendiri, melainkan pada pola pikir Erik Finman yang tidak terikat oleh norma. Inilah yang patut dipelajari.