Program Digital India Mendorong Inklusi, Menjembatani Kesenjangan: Vaishnaw

(MENAFN- AsiaNet News)

Program Digital India berhasil mendorong inklusi digital dan memperkuat Infrastruktur Publik Digital (DPI) negara melalui fokus strategis pada aksesibilitas dan keterjangkauan.

Menteri Uni untuk Elektronika dan Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw mengatakan di Lok Sabha pada Rabu, seraya mencatat bahwa inisiatif ini telah menjembatani kesenjangan digital dengan meningkatkan akses internet dan menyediakan solusi digital yang andal. “Di bawah kepemimpinan PM @narendramodi Ji, Digital India mendorong inklusi digital melalui akses yang lebih besar, keterjangkauan & infrastruktur publik digital yang kuat,” kata Menteri tersebut.

Menjembatani Kesenjangan Digital

Menteri tersebut menyatakan bahwa melalui program ini, India telah menjembatani kesenjangan digital dengan menggunakan strategi tiga arah: Meningkatkan akses ke internet, membuat internet terjangkau, dan menyediakan infrastruktur publik digital.

Ia menginformasikan kepada Dewan bahwa tarif telekomunikasi India tetap 25 kali lebih rendah daripada rata-rata global, sebuah capaian yang dimungkinkan oleh transparansi di sektor tersebut.

Menteri tersebut menyoroti bahwa negara ini kini berada pada posisi yang unik di antara ekonomi besar berkat keberhasilan penerapan DPI.

Aadhaar dan Direct Benefit Transfers

Menteri tersebut mencatat bahwa lebih dari 1,43 miliar nomor Aadhaar telah dihasilkan hingga saat ini, menyediakan identitas digital universal yang memungkinkan akses ke skema kesejahteraan.

Infrastruktur ini memfasilitasi Direct Benefit Transfers yang terhubung dengan Aadhaar untuk 328 skema di 56 Ministries, dengan secara langsung mentransfer manfaat tunai ke rekening bank. Ini dilakukan dengan persyaratan beberapa dokumen dan telah menghilangkan penerima manfaat duplikat atau palsu.

Hanya di West Bengal, lebih dari 10,67 crore ID Aadhaar telah dihasilkan.

Dominasi dalam Pembayaran Digital

Terkait pembayaran digital, Unified Payments Interface (UPI) kini melayani 460 juta pengguna dan 6,5 crore pedagang.

Platform ini menghubungkan 685 bank dan menggerakkan 81 persen pembayaran digital India, yang menyumbang hampir 49 persen transaksi digital real-time global.

National AI Strategy and Safeguards

Menteri tersebut juga membahas Artificial Intelligence, dengan menyatakan bahwa strategi nasional bertujuan untuk “mengatasi tantangan yang berpusat pada India, menciptakan peluang, dan pada akhirnya meningkatkan kehidupan warga negara.”

Pemerintah tetap menyadari potensi dampak buruk dari AI, khususnya terkait anak-anak.

Kerangka Hukum untuk Keselamatan Anak

Menteri tersebut menjelaskan bahwa Information Technology Act dan Digital Personal Data Protection Act, 2023, menyediakan perlindungan spesifik. Undang-undang ini mewajibkan “persetujuan yang dapat diverifikasi dari orang tua atau wali yang sah sebelum memproses data pribadi anak apa pun” serta melarang pelacakan atau iklan bertarget yang ditujukan kepada anak-anak.

Memerangi Kejahatan Siber

Untuk memerangi kejahatan siber, Ministry of Home Affairs menjalankan National Cyber Crime Reporting Portal dengan fokus pada kejahatan terhadap anak-anak.

Selain itu, lebih dari 4.309 lokakarya sosialisasi telah dilakukan di seluruh negeri, mencakup lebih dari 9,63 lakh peserta untuk mendorong kebersihan dan keamanan siber. (ANI)

(Kecuali judul, berita ini tidak diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari umpan tersindikasi.)

MENAFN11032026007385015968ID1110847692

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan