Saya sedang mengikuti fenomena menarik di pasar kripto akhir-akhir ini. Banyak orang membicarakan tentang grafik lama—sangat lama—yang konon meramalkan secara tepat saat kita sekarang ini. Saya berbicara tentang Siklus Benner.



Bagi yang belum tahu, Samuel Benner adalah seorang petani yang mengalami kerugian besar selama krisis tahun 1873. Setelah itu, dia menjadi obsesif mempelajari pola ekonomi. Dia menerbitkan sebuah buku pada tahun 1875 berjudul 'Profecias Empresariais do Futuro: Altas e Baixas nos Preços' di mana dia mendokumentasikan siklus yang dia yakini mengatur pasar. Hal menariknya adalah Samuel Benner tidak menggunakan model matematis yang rumit—dia mendasarkan semuanya pada siklus matahari dan panen pertanian. Terlihat agak esoterik, tetapi orang tersebut meninggalkan catatan di akhir: 'Certo.' Hampir 200 tahun kemudian, catatan itu kembali viral.

Grafik Samuel Benner membagi waktu menjadi tiga garis: panik (penurunan), ledakan (penjualan) dan resesi (pembelian). Dia memetakan prediksinya hingga tahun 2059. Bagian yang gila adalah siklus tersebut tepat memprediksi peristiwa besar—Depresi Besar tahun 1929, gelembung dot-com, pandemi COVID. Selalu dengan deviasi hanya beberapa tahun.

Pada tahun 2025, ketika pasar mengalami turbulensi serius (saat kejadian mengejutkan pada bulan April dengan tarif, penurunan dari 2,64 menjadi 2,32 triliun dalam total kapitalisasi), banyak investor mulai membagikan grafik ini sebagai bukti bahwa masih ada harapan. Alasan mereka: Samuel Benner meramalkan 2026 sebagai puncak besar berikutnya. Jika pola ini berulang, masih ada waktu untuk keuntungan spekulatif sebelum koreksi.

Tapi kemudian muncul plot twist. Sekarang kita di tahun 2026 dan keadaan tidak persis seperti optimisme tahun 2025 yang diharapkan. Bank-bank seperti JPMorgan dan Goldman Sachs meningkatkan kemungkinan resesi pada tahun 2025. Trader berpengalaman seperti Peter Brandt secara terbuka mengkritik grafik ini, menyebutnya sebagai 'dunia khayalan.' Dia benar sebagian—mengandalkan grafik 150 tahun memang berisiko.

Tapi yang membuat saya terus berpikir adalah pertanyaan ini: mengapa begitu banyak orang masih percaya padanya? Seorang investor berkomentar sesuatu yang masuk akal: 'Pasar lebih dari sekadar angka; ini tentang suasana hati, memori, dan momentum. Dan terkadang grafik lama ini bekerja bukan karena sihir, tetapi karena cukup banyak orang percaya bahwa mereka bekerja.'

Siklus Benner hampir menjadi meme di kalangan ritel, tetapi ada sesuatu yang nyata di baliknya. Ini bukan tentang sihir—ini tentang psikologi kolektif. Ketika Samuel Benner memetakan siklusnya, dia mencoba menemukan ketertiban dalam kekacauan. Hari ini, di pasar yang sangat volatil dan tidak pasti, orang mencari narasi apa pun yang masuk akal. Grafik 150 tahun yang 'menebak' peristiwa sejarah ini memberi rasa nyaman, meskipun itu ilusi.

Yang benar-benar membuat saya penasaran adalah timing-nya. Kita benar-benar berada di tahun yang ditunjuk Samuel Benner sebagai puncak. Jika pasar melonjak dalam beberapa bulan ke depan, semua orang akan mengingat grafik ini. Jika jatuh, mereka akan melupakannya. Tapi pencarian 'Ciclo Benner' di Google melonjak—orang-orang mencari jawaban, dan seorang petani abad ke-19 menawarkan jawabannya.
BOOM0,3%
MMT1,27%
MEME-1,58%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan