Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya menyadari sesuatu yang benar-benar layak didiskusikan di komunitas crypto kita. Sebagai Muslim yang aktif dalam trading, saya telah menghabiskan waktu mempelajari masalah kepatuhan agama dari berbagai mode trading. Dan jujur saja, ada ketidaksesuaian nyata antara apa yang diklaim oleh beberapa platform besar dan apa yang diajarkan oleh otoritas Islam sebenarnya.
Dengan hampir 1,9 miliar Muslim di seluruh dunia, banyak yang ingin terjun ke dunia trading. Tapi inilah masalahnya: sebagian besar aktivitas trading — Forex, kontrak margin, futures — dianggap sebagai (Haram) menurut Syariah. Dan banyak platform mengklaim bahwa mereka sesuai dengan aturan Islam, yang sayangnya tidak selalu benar.
Saya telah berkonsultasi dengan berbagai otoritas agama dan kesimpulannya jelas. Masalahnya berasal dari dua poin spesifik. Pertama, leverage dalam trading Islam tradisional menimbulkan masalah karena platform meminjamkan uang kepada trader dan mengenakan bunga — yang dilarang. Tapi tunggu, berbagi keuntungan tidak Haram. Jadi, ada solusi: alih-alih mengenakan bunga atas pinjaman, platform bisa saja memotong biaya dari transaksi yang berhasil. Tanpa biaya untuk trading yang rugi. Dan biaya untuk yang menang bisa lebih tinggi untuk mengimbangi. Ini saling menguntungkan.
Kedua, kontrak berjangka menimbulkan masalah karena dilarang dalam Islam menjual sesuatu yang belum dimiliki. Solusinya? Platform bisa saja mengkreditkan jumlah leverage langsung ke akun trader, tetapi hanya untuk membuka posisi tertentu. Saat posisi ditutup, jumlah tersebut akan diambil kembali. Secara teknis, ini bisa dilakukan — mengunci uang tersebut agar hanya digunakan untuk transaksi ini.
Tentu saja, trading spot tetap sepenuhnya Halal. Masalahnya, ini tidak seprofitable futures. 😄
Yang benar-benar menarik perhatian saya adalah, jika sebuah platform besar berhasil mengimplementasikan solusi ini, mereka akan membuka pasar yang sangat besar. Hampir 2 miliar orang yang menunggu hal ini. Saya ingin mendengar perspektif lain tentang topik ini. Bagaimana pendapat kalian?