Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Banyak orang mengalami kerugian saat trading kontrak perpetual, sebenarnya bukan hanya karena salah menilai pasar, tetapi juga karena biaya tersembunyi yang diam-diam menggerogoti keuntungan. Hari ini kita akan bahas struktur biaya kontrak perpetual, terutama biaya transaksi kontrak.
Pertama, yang paling intuitif—biaya transaksi. Di sini dibagi menjadi dua jenis, yaitu order limit (maker) dan order market (taker). Order limit (maker) adalah 0.02%, sedangkan order market (taker) adalah 0.05%. Banyak pemula mengira bahwa take profit dan stop loss tidak dikenai biaya, padahal selama bukan dibeli atau dijual pada harga saat ini, semuanya dihitung sebagai order limit. Secara sederhana, yang diinput secara manual adalah order limit, sedangkan yang langsung eksekusi pada harga pasar adalah order taker.
Bagaimana cara menghitung biaya kontrak? Rumusnya sangat sederhana: nilai posisi dikali tarif biaya. Contohnya, modal 600U dengan leverage 100x, maka nilai posisi menjadi 60.000U. Jika membuka posisi dengan order market, biayanya adalah 60.000U × 0.05% = 30U. Lalu saat menutup posisi, biaya dikenakan lagi, jika tutup pada harga pasar juga 30U, sedangkan tutup dengan order limit hanya 12U. Jadi, dalam satu siklus trading lengkap, biaya kontrak saja bisa mencapai 24-60U. Terlihat tidak banyak, tetapi jika dipakai untuk trading jangka panjang, biaya ini cukup signifikan.
Selain biaya transaksi, ada satu hal lagi yang disebut biaya dana (funding rate), ini adalah biaya tersembunyi yang sebenarnya. Biaya dana tidak tetap, berubah secara dinamis sesuai rasio posisi panjang dan pendek di pasar, dan berfungsi utama untuk menyeimbangkan kekuatan pasar. Cara perhitungannya adalah nilai posisi dikali biaya dana.
Ketika biaya dana positif, posisi long dikenai biaya, sedangkan posisi short bisa mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika biaya dana negatif, posisi long justru bisa mendapatkan keuntungan, dan posisi short dikenai biaya. Biaya dana dihitung dan diterapkan tiga kali sehari—pukul 00:00, 08:00, dan 16:00—hanya pada waktu-waktu tersebut biaya akan benar-benar dipotong atau diterima.
Jadi, saat trading kontrak perpetual, selain memperhatikan kondisi pasar, kita juga harus memperhitungkan biaya tersembunyi ini. Terutama dengan leverage tinggi, biaya kontrak dan biaya dana yang digabungkan bisa dengan cepat menggerogoti keuntungan Anda.