Baru-baru ini saya menyadari sebuah sinyal pasar yang mudah diabaikan—pasokan stablecoin yang diam-diam berkembang, yang mungkin lebih menunjukkan kondisi pasar daripada pergerakan harga.



Total pasokan stablecoin telah menembus angka 300 miliar dolar AS, meskipun angka ini terlihat tidak mengesankan pada pandangan pertama, tetapi sejarah menunjukkan bahwa likuiditas sering kali mendahului harga. Situasi saat ini adalah sejumlah besar modal sedang melakukan redistribusi, dan proses ini telah mempercepat.

USTC baru-baru ini mengeluarkan sekitar 8 miliar dolar AS pasokan baru, dengan kapitalisasi pasar yang telah naik ke 7.75B dolar AS, dan aktif di berbagai jaringan seperti Ethereum, Solana, dan Cardano. Sementara itu, performa USDT juga tidak kalah, dengan volume transaksi 24 jam mencapai 39,1 miliar dolar AS. Apa yang sebenarnya tercermin dari angka-angka ini? Saldo stablecoin di bursa telah meningkat menjadi 66,5 miliar dolar AS, mencapai rekor tertinggi baru-baru ini.

Lebih menarik lagi adalah perubahan di tingkat aktivitas. Dalam 30 hari terakhir, volume transaksi stablecoin mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, ini bukan hanya dimainkan oleh trader ritel, tetapi juga institusi yang melakukan settlement secara nyata. Aktivitas settlement stablecoin Visa telah mencapai tingkat tahunan sebesar 4,5 miliar dolar AS, dan aset tokenisasi juga meningkat sebesar 66% menjadi 23,6 miliar dolar AS.

Transfer stablecoin B2B dari awal 2023 yang rata-rata bulanan sekitar 100M dolar AS telah meningkat menjadi rata-rata 6 miliar dolar AS per bulan di pertengahan 2025. Perubahan ini sangat penting—stablecoin sedang bertransformasi dari sekadar alat perdagangan menjadi infrastruktur keuangan yang sesungguhnya.

Dari segi regulasi juga ada perkembangan. Korea Selatan mendorong legislasi pengawasan stablecoin secara khusus, Inggris sedang meninjau kerangka kerja pembayaran kripto, dan standar kepatuhan yang lebih baik membuat lembaga keuangan menjadi lebih terbuka terhadap integrasi ekosistem ini.

Melihat ke depan, ada prediksi bahwa pasar stablecoin bisa mencapai 1 triliun dolar AS pada akhir 2026. Jika tren adopsi ini berlanjut, volume transaksi bisa tetap berada di level 33 triliun dolar AS per tahun.

Tentu saja, pertumbuhan ini juga disertai risiko. Ketidakpastian regulasi masih berbeda-beda di berbagai wilayah, dan aspek seperti integritas jaminan, pengelolaan likuiditas, serta risiko sistemik perlu diperhatikan. Jika modal terus menunggu selama periode volatilitas, celah likuiditas bisa muncul dengan cepat.

Namun satu hal yang semakin jelas—stablecoin tidak lagi sekadar alat untuk trader memindahkan dana antar bursa. Mereka sedang menjadi jalur keuangan utama yang menghubungkan pasar kripto, pembayaran, institusi, dan aset tokenisasi.

Masalah utama mungkin bukan lagi apakah stablecoin akan terus berkembang, tetapi bagaimana mereka akan terintegrasi secara mendalam ke dalam sistem keuangan global dalam beberapa tahun ke depan. Lonjakan pasokan stablecoin ini akan membawa implikasi apa untuk siklus berikutnya, dan ini layak dipikirkan oleh setiap peserta pasar.
USTC-0,41%
ETH-0,59%
SOL0,47%
ADA0,78%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan