Ingin masuk ke dunia kripto dan trading, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Sebenarnya, logika dasar trading cryptocurrency tidaklah rumit, saya akan jelaskan untuk kalian.



Pertama, perbedaan terbesar adalah waktu pasar. Berbeda dengan pasar saham yang memiliki jam perdagangan tetap, cryptocurrency 7x24 jam tanpa hari libur, tidak ada libur Lebaran, National Day, Tahun Baru Imlek, semuanya berjalan nonstop. Karena pengguna global tersebar di berbagai zona waktu, fluktuasi harga bisa terjadi kapan saja. Itulah mengapa orang bilang dunia crypto tidak pernah tidur.

Kedua, tidak ada batasan kenaikan dan penurunan harga harian. Mereka yang pernah trading saham tahu bahwa A-shares memiliki batas kenaikan dan penurunan, tapi di crypto sama sekali tidak ada. Apa artinya? Pada detik sebelumnya harga tinggi, bisa saja dalam sekejap langsung turun drastis, atau sebaliknya, tiba-tiba melonjak. Ketidakpastian ini adalah peluang sekaligus risiko, sensasi di dunia crypto sangat dipicu oleh hal ini.

Unit transaksi juga berbeda. Saham minimal beli 100 lembar, tapi di dunia crypto kamu bisa beli 0.0001BTC kecil sekali, sangat menurunkan ambang masuk. Dengan hanya beberapa ratus rupiah, sudah bisa mulai trading, ini sangat ramah untuk pemula.

Selain itu, ada yang disebut T+0 trading. Saham T+1, artinya beli hari ini baru bisa jual besok. Tapi di crypto, bisa beli dan jual kapan saja tanpa batas, inilah mengapa trading jangka pendek sangat umum di dunia crypto.

Ada dua cara melakukan order. Limit order adalah menetapkan harga tertentu, menunggu pasar mencapai harga itu baru transaksi. Misalnya BTC saat ini 6500 USD, kamu merasa terlalu tinggi, pasang limit buy di 6300 USD, begitu harga turun ke sana otomatis akan beli. Market order adalah langsung beli sesuai harga pasar saat itu, cepat tapi mungkin tidak mendapatkan harga yang diinginkan.

Selanjutnya, adalah soal sentimen pasar. Bull market adalah kondisi pasar yang cenderung naik, prospek pasar optimis, bisa berlangsung lama. Bear market sebaliknya, semua orang pesimis, harga terus turun. Strategi trading berbeda di kedua kondisi ini.

Stop profit dan stop loss adalah pelajaran penting. Stop profit adalah jual cepat setelah mendapatkan keuntungan tertentu untuk mengunci profit. Stop loss lebih penting lagi, menetapkan batas kerugian, begitu tercapai langsung keluar posisi agar kerugian tidak membesar. Banyak orang paham secara teori, tapi saat praktik sering ragu, inilah mengapa banyak trader akhirnya rugi.

Terjebak dalam posisi rugi adalah pengalaman paling menyakitkan. Kamu kira harga akan naik, tapi malah terus turun, kerugian jauh melebihi batas psikologis. Solusinya adalah saat harga rebound, kamu bisa keluar dari kerugian dan bahkan profit. Banyak orang yang terjebak berharap pasar berbalik, tapi justru semakin dalam terjebak.

Selain itu, ada konsep overbought dan oversold. Overbought berarti harga naik terlalu tinggi, tidak didukung fundamental, biasanya setelah kenaikan cepat akan koreksi. Secara teknikal, RSI di atas 75% dianggap overbought. Oversold adalah harga turun terlalu rendah, RSI di bawah 25%, biasanya akan rebound. Singkatnya, setelah naik terlalu tinggi, harga akan turun, dan setelah turun terlalu dalam, harga akan naik.

Manipulasi pasar yang umum dilakukan adalah penyesatan beli dan penyesatan jual. Penyesatan beli adalah membuat ilusi kenaikan palsu agar kamu beli, padahal harga akan turun dan membuatmu terjebak. Penyesatan jual adalah membuat ilusi penurunan palsu agar kamu jual, padahal harga akan naik dan kamu ketinggalan. Ini adalah jebakan yang harus diwaspadai.

Cut loss adalah menjual posisi rugi, meskipun terasa sakit, kadang memang harus dilakukan. Daripada berharap dan menunggu pembalikan, lebih baik segera stop loss untuk mencegah kerugian lebih besar. Sebelum benar-benar cut loss, kerugian hanya secara nominal, tapi setelah dijalankan, kerugian menjadi nyata. Banyak orang enggan melakukan ini, akhirnya kerugian semakin besar.

FOMO (Fear of Missing Out) adalah ketakutan kehilangan peluang saat harga naik, sehingga terburu-buru beli. Sebaliknya, saat harga naik, banyak yang takut ketinggalan dan akhirnya membeli terlalu tinggi, berisiko terjebak.

Konsep-konsep ini terlihat rumit, tapi dengan sering berlatih, pasti akan paham. Karena pasar crypto tidak memiliki jam operasional, buka 24/7, maka diperlukan disiplin dan kesadaran risiko yang tinggi. Untuk pemula, disarankan mulai dari jumlah kecil, belajar sambil praktek.
BTC0,48%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan