Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan saya menemukan analisis menarik tentang bagaimana satu orang dan perusahaannya sebenarnya menjadi arsitek yang tak terlihat dari ekonomi modern. Ini tentang Larry Fink dan BlackRock — dan ini bukan sekadar dana investasi, melainkan pada dasarnya otak dari uang dunia.
Sejarahnya cukup mencolok. Larry Fink memulai dari nol — anak seorang tukang sepatu biasa — tetapi dialah orang pertama yang memahami bahwa manajemen risiko bisa diotomatisasi dan fluktuasi pasar bisa diprediksi lewat algoritme. Itu menjadi fondasi BlackRock, yang hari ini menentukan ke mana modal mengalir di seluruh planet ini.
Yang benar-benar mengesankan adalah ini: tiga perusahaan, yaitu BlackRock, Vanguard, dan State Street, bersama-sama mengendalikan bagian dari hampir semua mega-korporasi. Apple, Amazon, Pfizer, Exxon — semuanya memakai sistem yang sama. Bukan pesaing, melainkan tiga tangan dari satu organisme yang diam-diam mengatur sebagian besar ekonomi dunia.
Setiap krisis bagi mereka adalah kesempatan. Pandemi, ambruknya sektor energi, resesi — semuanya berubah menjadi alat untuk membeli aset dan memperluas kendali. Sementara dunia lain kehilangan, Larry Fink dan struktur-strukturnya memperoleh kendali atas dana bantuan dan sumber daya negara. Sistem ini berjalan seperti jam.
Senjata dari sistem ini adalah dana ETF dan produk indeks. Jutaan orang menanamkan tabungan mereka di dalamnya, bahkan tanpa menyadari bahwa mereka sendiri sedang membiayai struktur yang justru membuat mereka bergantung. Ini mekanisme yang cukup sinis.
Yang benar-benar menyedihkan adalah bagaimana perumahan menjadi tidak terjangkau. Generasi demi generasi dipaksa menyewa semuanya — dari apartemen hingga masa depan. Dunia terpecah bukan menjadi kaya dan miskin, melainkan menjadi pemilik aset dan penyewa keabadian. Ini benar-benar perbudakan feodal digital abad ke-21.
Hari ini kapitalisme telah kehilangan wajah manusianya. Jika dulu bisnis menciptakan nilai, kini bisnis hanya mengambil persen dari setiap aktivitas, mengubah hidup menjadi arus keuangan yang tak ada habisnya. Larry Fink membeli seluruh pantai sekaligus — lengkap dengan pasir, penjual es krim, air kelapa, dan layang-layang. Dia tahu bahwa di suatu tempat pasti ada beberapa permata berharga, dan cepat atau lambat, permata itu akan menjadi miliknya.