Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja saya mengetahui kisah seorang pengusaha Amerika yang bisa disebut sebagai orang paling miskin di dunia berdasarkan besarnya kerugian yang dialaminya. Namanya Jerome Kelvin, dan pria ini kehilangan 5,6 miliar dolar selama hidupnya.
Bayangkan? Memulai dari sebuah kekayaan, lalu berakhir hampir tanpa apa pun. Dikelilingi oleh uang kertas, tetapi itu sudah bukan miliknya lagi. Kisah yang membuat kita berpikir tentang bagaimana seseorang bisa kehilangan jumlah sebesar itu.
Ini mengingatkan saya pada volatilitas pasar kripto. Orang-orang kehilangan jutaan dolar di SHIB, BTC, SOL, PEPE—satu taruhan yang salah, satu penurunan harga, dan tiba-tiba jadilah orang paling miskin di dunia. Tentu saja, skala kerugian Kelvin berbeda, tetapi prinsipnya sama.
Yang menarik, kisah tentang orang paling miskin di dunia justru menjadi pelajaran bagi kita semua. Tidak peduli apakah kamu berdagang kripto atau menjalankan bisnis tradisional—risiko pengelolaan modal di mana pun tetap sama. Satu langkah yang salah, dan kamu bisa berada pada situasi ketika uang ada, tetapi uang itu sudah tidak ada lagi.
Ini adalah kasus ketika kisah orang paling miskin di dunia bukan sekadar gosip, melainkan pengingat nyata bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam berinvestasi.