Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mizo Teen Isak Menang Medali Emas Khelo India, Mengatasi Tragedi dan Cedera
(MENAFN- AsiaNet News)
Isak Malsawmtluanga nyaris memutuskan untuk berhenti dari olahraga angkat besi setelah kehilangan kedua orang tuanya bahkan sebelum menginjak usia 16 tahun. Duka ganda itu membuat remaja Mizo tersebut hancur, namun dukungan dari pelatih masa kecilnya serta paman dan bibi membantunya menyelamatkan karier olahraganya, dan pria berusia 18 tahun itu membuat semuanya bangga dengan meraih medali emas nomor 60kg putra di Khelo India Tribal Games 2026 di sini, menurut sebuah rilis pers.
Menghadapi masalah pada punggung, Isak tampil kuat dalam clean and jerk, berada di posisi kedua dalam standing setelah snatch, untuk mengamankan medali emas dengan total 235kg dan langsung dipeluk oleh pamannya, yang telah menjadi kekuatan penuntun di balik remaja tersebut.
Kisah Duka dan Ketangguhan
Ayah Isak, Heming Malsawmtluanga, meninggal dalam kecelakaan sepeda pada 2018, tahun yang sama ketika ia mulai berlatih untuk menjadi atlet angkat besi. Ini berarti satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya dibiarkan bertanya-tanya apakah ia harus melanjutkan latihan atau fokus mencari uang dan menopang keluarga. “Saat itu, pelatih masa kecil saya Soma sangat memotivasikan saya dan meminta saya untuk melanjutkan angkat besi,” kata Isak kepada SAI Media.
Namun tepat ketika grafik performa Isak mulai menanjak, dan ia meraih medali perak di kelas 60kg pada Youth National Championships yang diadakan di Himachal Pradesh pada 2024, kendala pribadi lainnya menyusul. Ibunya didiagnosis mengidap kanker, sehingga keluarga berada di bawah tekanan emosional dan finansial yang berat. Pada fase sulit ini, paman dan bibi Isak turun tangan untuk mendukungnya. Pasangan tersebut, yang bekerja di restoran lokal kecil di wilayah Ramhlun Vengthar, Aizawl, mengasuhnya dan memastikan ia bisa melanjutkan studinya serta menekuni angkat besi tanpa gangguan.
Namun kemudian pada tahun itu, ibu Isac meninggal dunia akibat penyakitnya dan meninggalkan sang pemuda sepenuhnya dalam keadaan terpukul. Untuk sementara, olahraga yang sempat memberinya harapan mulai terasa tidak berarti karena kesepian dan duka merayap dalam hidupnya. “Kehilangan kedua orang tuaku benar-benar menghancurkan aku dari dalam,” katanya. “Aku hampir memutuskan untuk berhenti dari angkat besi, tetapi paman dan pelatihku sekali lagi membujukku untuk terus melanjutkan.”
Jalan Pemulihan dan Kesuksesan
Sejak 2024, Isak berlatih di Sports Authority of India’s National Centre of Excellence (NCOE) di Imphal, sambil menempuh studi Kelas 12 melalui Indira Gandhi National Open School di Aizawl. Secara bertahap, hasil mulai mengikuti. Ia kemudian menambah satu medali perak lagi pada ajang junior di Modinagar pada 2025 dan kemudian meraih medali perunggu di National Weightlifting Championships pada tahun yang sama.
Mengatasi Rintangan Terakhir
Persiapan Isak menuju Khelo India Tribal Games juga memiliki bagian tantangannya sendiri. Saat bersiap untuk ajang tersebut, Isak mengalami cedera punggung selama latihan, sehingga pelatihnya menyarankan agar ia melewatkan turnamen untuk mencegah masalah tersebut memburuk. Namun dengan tekad untuk tidak membiarkan rintangan lain menggagalkannya, Isak melangkah ke atas platform di Raipur dan menampilkan performa terbaik dalam hidupnya.
Kemenangan Emas di Raipur
“Paman saya selalu bepergian bersama saya untuk kompetisi sejak ayah saya meninggal,” katanya. “Dia juga ada di sini bersama saya. Begitu saya memenangkan medali, dia mengangkat saya dalam pelukannya. Pada saat itu, saya menyadari betapa bahagianya dia,” katanya sebelum kemudian pergi untuk sekali lagi bergabung dengan anggota keluarganya guna merayakan secara lebih lama. (ANI)
(Kecuali judul, kisah ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan diterbitkan dari umpan tersindikasi.)
MENAFN29032026007385015968ID1110914511