Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sering melihat pertanyaan tentang Martingale di komunitas, dan jujur saja, ini salah satu strategi yang disukai pemula tetapi ditakuti trader berpengalaman. Mari kita bahas apa sebenarnya itu dan mengapa kita harus berhati-hati dengannya.
Jadi, sistem martingale adalah ide untuk meningkatkan ukuran order setiap kali posisi ditutup dalam kerugian. Ide ini berasal dari kasino, di mana pemain bertaruh semakin banyak untuk mengembalikan kerugian sebelumnya. Trader pun mengadopsi dan mulai menerapkannya dalam trading.
Bayangkan: Anda membeli koin seharga 1 dolar, harga turun ke 0.95, dan alih-alih menunggu, Anda membuka order baru dengan jumlah yang lebih besar. Harga turun lagi — Anda meningkatkan lagi order berikutnya. Secara teori, saat harga akhirnya rebound, Anda akan menutup semua order dalam posisi profit. Kedengarannya logis, tapi ada jebakannya.
Saya sudah menghitung dengan angka konkret. Misalnya, saldo Anda 100 dolar, order pertama 10 dolar, dan Anda menggunakan kenaikan 20% untuk setiap order berikutnya. Setelah 5 kali averaging, Anda sudah menghabiskan 74.42 dolar. Lihat betapa cepat jumlahnya bertambah? Sistem martingale bisa menghabiskan seluruh saldo jika harga tidak berbalik tepat waktu.
Itulah mengapa ini bekerja di kasino (di mana probabilitas 50/50), tapi dalam trading jauh lebih berisiko. Di pasar bisa terjadi tren turun panjang tanpa koreksi, dan Anda bisa kehabisan uang sebelum harga kembali.
Jika Anda tetap ingin mencoba, ingat beberapa aturan. Pertama — gunakan persentase kenaikan kecil, maksimal 10-20%. Kedua — hitung sebelumnya berapa banyak order yang secara fisik bisa Anda buka dengan modal Anda. Ketiga — jangan menaruh seluruh deposit di order pertama, sisakan cadangan.
Juga penting: perhatikan tren. Jika aset turun dalam tren turun yang kuat tanpa rebound, averaging akan berubah menjadi mimpi buruk. Lebih baik jangan masuk ke situasi seperti itu.
Matematikanya sederhana. Jika order pertama 10 dolar dengan kenaikan 20%, maka order kedua 12 dolar, ketiga 14.4 dolar, keempat 17.28 dolar, kelima 20.74 dolar. Total dari lima order itu sekitar 74.42 dolar. Dengan kenaikan 10%, totalnya sekitar 61 dolar; 30% sekitar 90 dolar; dan 50% bisa sampai 131 dolar.
Kesimpulannya: sistem martingale adalah alat yang kuat untuk averaging, tapi hanya jika Anda sudah menghitung risiko dengan matang dan punya modal yang cukup. Untuk pemula, saya sarankan mulai dari persentase kecil dan punya rencana jika pasar mengalami penurunan berkepanjangan. Tradinglah secara sadar, jangan biarkan emosi mengendalikan keputusan Anda, dan ingat — manajemen risiko yang tepat lebih penting daripada strategi apa pun.