Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Geopolitik Tekan Return Investasi Maret 2026, Emas hingga Saham Terkoreksi
Gejolak geopolitik global kembali menekan kinerja atau return hampir seluruh instrumen investasi pada Maret 2026. Ketidakpastian pasar yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah serta lonjakan harga energi membuat investor cenderung bersikap hati-hati.
Berdasarkan data Bloomberg per akhir Maret 2026, emas spot membukukan return minus 11,5% secara bulanan (MoM) dan turun 1,4% sejak awal tahun (YtD). Emas Antam juga terkoreksi 7,16% MoM dan melemah 1,1% YtD.
Tekanan juga terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 14,4% MoM dan 15,4% YtD. Sementara itu, obligasi korporasi dan pemerintah masing-masing mencatatkan return minus 1,21% dan 2,08% secara bulanan. Di sisi lain, nilai tukar USD/IDR justru menguat dengan return positif 1,5% MoM.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penurunan kinerja berbagai aset investasi tersebut terjadi setelah Iran menutup Selat Hormuz. Langkah ini mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia dan memicu kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.
Lukman menjelaskan, pelemahan emas merupakan koreksi yang wajar setelah reli panjang sejak awal tahun.
“Penurunan emas ini menurut saya wajar menyusul rally yang cukup panjang dan kenaikan fantastis mengawali tahun 2026,” katanya Lukman kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).
Sebaliknya, kenaikan kripto dinilai lebih sebagai rebound teknikal setelah mengalami tekanan dalam beberapa bulan sebelumnya.
“Kripto dengan contoh BTC, justru kebalikkan, koreksi besar sejak Oktober, rebound di bulan Maret sangat tidak signifikan,” tambahnya.
Per akhir Maret 2026, kinerja kripto mulai menunjukkan pemulihan. Bitcoin mencatatkan return 4,3% MoM, meski masih turun 16,34% YtD. Ethereum bahkan menguat 10,2% MoM, namun secara YtD masih terkoreksi 16,9%.
Menurut Lukman, baik emas maupun kripto sama-sama tertekan oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun secara fundamental, keduanya memiliki arah berbeda.
“Emas masih didukung permintaan fisik bank-bank sentral, sedangkan BTC cenderung tidak jelas dan spekulatif. Jadi sebenarnya arah kedua aset itu berbeda secara fundamental,” jelas Lukman.
Meski mengalami koreksi, prospek jangka panjang emas dinilai masih positif. Pelemahan harga saat ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi, terutama dalam strategi lindung nilai terhadap ketidakpastian global.
Namun demikian, investor tetap perlu mencermati risiko suku bunga tinggi serta ketidakpastian durasi konflik geopolitik. Selama ketegangan masih berlangsung, pergerakan harga emas diperkirakan cenderung terbatas.
Untuk tahun 2026, Lukman memperkirakan harga emas spot berada di kisaran US$ 5.700 hingga US$ 6.000 per ons troi, dengan potensi kenaikan sekitar 20%–30%. Sejalan dengan itu, harga emas Antam diproyeksikan berada di kisaran Rp 3,4 juta hingga Rp 3,7 juta per gram.Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
Di tengah kondisi global yang dinamis, Lukman menekankan pentingnya strategi diversifikasi lintas aset. Investor disarankan menjaga keseimbangan antara aset defensif dan aset pertumbuhan guna meminimalkan risiko.
Instrumen yang layak dicermati antara lain emas sebagai lindung nilai, serta perak yang turut didukung oleh permintaan dari sektor energi terbarukan. Selain itu, saham-saham blue chip di sektor energi, komoditas, dan sektor dengan fundamental kuat juga dinilai menarik untuk diakumulasi.
Sementara itu, obligasi—terutama US Treasury—diperkirakan berpotensi menguat signifikan apabila konflik geopolitik mereda. “Harga akan naik tajam seketika perang usai,” katanya.
Sebagai penutup, Lukman menegaskan bahwa strategi investasi pada 2026 harus bersifat fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global yang terus berubah, terutama di tengah tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global.
$XAUUSD
#$XAUUSD