Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Siapa Sebenarnya Pemilik Semua Ethereum? Studi On-Chain Ungkap Nama-Nama Mengejutkan
Arkham Intelligence menerbitkan analisis mendalam tentang pemilik Ethereum
ETHUSD
terbesar pada tahun 2026, yang mengungkap staking contract, exchange, dan lembaga keuangan saat ini menguasai sebagian besar pasokan.
Laporan ini menggunakan data on-chain dari Arkham Intel Platform dan membahas berbagai entitas mulai dari exchange terpusat hingga investor individu dari presale.
Staking dan Exchange Kuasai Sebagian Besar ETH
ETH2 Beacon Deposit Contract berada di puncak daftar dengan kepemilikan lebih dari 82 juta ETH, yang nilainya kurang lebih US$169 miliar.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 66% dari total pasokan ETH, yang saat ini terkunci oleh validator sebagai pengaman jaringan.
Di antara exchange, Coinbase memimpin dengan 4,2 juta ETH (US$8,6 miliar), diikuti Binance dengan 3,6 juta ETH (US$7,3 miliar).
Exchange Upbit asal Korea Selatan menempati urutan ketiga dengan 1,7 juta ETH. Seluruh jumlah ini bersifat kustodian, yang artinya disimpan atas nama pengguna untuk kebutuhan trading, penarikan, dan layanan staking.
Dari sisi institusi keuangan, BlackRock memegang lebih dari 3 juta ETH (US$6 miliar) lewat iShares Ethereum Trust ETF-nya.
Perusahaan treasury Bitmine mengklaim memiliki total 4,7 juta ETH, walau Arkham baru memverifikasi sebanyak 914.000 ETH secara on-chain.
Bitmine menargetkan bisa mengumpulkan 5% dari total pasokan ETH.
Holder Individual dan Kekayaan yang Hilang
Dari kalangan individu, investor presale asal Estonia, Rain Lohmus secara teknis menjadi pemilik ETH terbanyak dengan 250.000 token senilai US$530 juta.
Meski begitu, ia kehilangan akses ke private key-nya setelah membeli aset tersebut seharga US$75.000 saat presale tahun 2014.
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, adalah holder individu terbesar dengan dana yang masih dapat diakses, yang kini memegang 224.000 ETH (US$480 juta).
Ethereum Foundation Beralih dari Menjual ke Staking
Secara terpisah, Arkham melaporkan bahwa Ethereum Foundation telah melakukan staking tambahan ETH senilai US$46,64 juta, yang jadi penempatan terbesar dalam satu hari.
Total dana staking dari Foundation kini mencapai sekitar US$96,59 juta.
Langkah ini adalah bagian dari rencana yang diumumkan Februari lalu untuk melakukan stake 70.000 ETH dari treasury milik mereka. Reward dari staking akan menjadi sumber pendanaan riset, hibah ekosistem, dan pengembangan protokol.
Sebelumnya Foundation mengandalkan penjualan ETH secara berkala, yang sempat mendapat kritik dari komunitas karena menyebabkan tekanan jual.
Dengan institusi, exchange, dan kini Foundation Ethereum juga mengunci pasokan ke validator, distribusi ETH kini makin condong ke holder jangka panjang ketimbang pasar likuid.