Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dengarkan, ada hal menarik dari pidato Wakil Ketua Federal Reserve Philip N. Jefferson kemarin yang perlu diperhatikan. Dia basically mengatakan ekonomi AS masih dalam kondisi yang relatif solid di awal 2026, tapi ada beberapa sinyal yang mulai berubah—khususnya di pasar tenaga kerja.
Jadi pertama-tama, pertumbuhan ekonomi masih kuat. PDB kuartal ketiga 2025 tumbuh 4,3% secara tahunan, jauh lebih cepat dari paruh pertama tahun itu. Ini didorong oleh belanja konsumen yang solid dan beberapa fluktuasi positif di ekspor. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, ada kekhawatiran mulai muncul di sektor ketenagakerjaan. Penciptaan lapangan kerja melambat signifikan—November dan Desember hanya menambah sekitar 50 ribu pekerjaan per bulan, jauh lebih rendah dari rata-rata 2024. Tingkat pengangguran juga naik ke 4,4%, meski masih tergolong moderat.
Sekarang, soal inflasi—ini yang paling menarik. Jefferson menekankan bahwa proses disinflasi memang sedang berjalan, tapi lajunya melambat. CPI Desember 2025 naik 2,7% year-over-year, sementara core CPI juga 2,6%. Kalau kita lihat komponennya, ada dinamika unik: inflasi jasa (terutama sewa dan layanan non-energi) terus menurun, tapi itu diimbangi oleh kenaikan harga barang inti. Kenaikan barang ini sebagian besar akibat tarif impor yang lebih tinggi. Jadi disinflasi tidak berjalan mulus—ada pertarungan antara sektor yang sudah kembali normal dengan tekanan baru dari kebijakan perdagangan.
Di sini Jefferson menunjukkan optimisme hati-hati. Dia percaya disinflasi akan kembali ke jalur yang berkelanjutan menuju target 2%, karena dampak tarif bersifat satu kali saja (sekali naik di tingkat harga, tapi tidak berkelanjutan). Ekspektasi inflasi jangka pendek sudah turun dari puncaknya tahun lalu, baik di pasar maupun survei.
Terkait kebijakan moneter, ini yang paling penting: Federal Reserve sudah menurunkan suku bunga sebesar 1,75 poin persentase sejak pertengahan 2024. Jefferson menilai suku bunga federal funds sekarang sudah berada di tingkat netral—tidak merangsang, tidak menahan ekonomi. Dia memberi sinyal jelas bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga lagi di pertemuan FOMC akhir Januari. Keputusan akan tergantung data yang akan datang, prospek yang terus berkembang, dan keseimbangan risiko.
Yang juga menarik adalah diskusi Jefferson tentang operasional neraca Fed. Mereka baru saja berhenti mengurangi aset pada Desember 2025—sudah mengurangi sekitar 2,2 triliun dolar. Sekarang level cadangan perbankan turun dari tingkat berlimpah menjadi memadai, dan ini mulai menciptakan tekanan pada suku bunga pasar uang. Untuk menjaga stabilitas, Fed memulai reserve management purchases—ini bukan quantitative easing, tapi operasi rutin untuk memastikan cadangan tetap di level yang sesuai dan kontrol suku bunga tetap efektif.
Secara keseluruhan, Jefferson menunjukkan bahwa Fed sedang berada di fase kritis transisi. Ekonomi masih tumbuh, tapi pasar tenaga kerja melemah. Disinflasi sedang berlangsung tapi dengan hambatan baru. Kebijakan moneter sudah di posisi netral, dan Fed siap untuk menyesuaikan berdasarkan perkembangan data. Ini adalah positioning yang defensif namun tidak panik—menunggu untuk melihat apakah ekonomi akan soft landing atau ada tantangan yang lebih serius.