Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menarik apa yang sedang terjadi di Korea Selatan. Lee Jae-myung mengirim pesan yang cukup langsung tentang stabilitas pasar modal selama sebuah pertemuan di kediaman presiden. Poin utamanya? Justru di saat krisis diperlukan untuk mendorong reformasi struktural, bukan menundanya.
Situasinya cukup unik. Indeks KOSPI melonjak luar biasa tahun lalu, dari sekitar 2500 poin hingga melewati 6000. Volatilitas seperti ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Tapi Lee Jae-myung melihatnya berbeda: krisis saat ini bisa menjadi peluang yang tepat untuk benar-benar memperkuat fondasi pasar saham Korea Selatan.
Yang menarik adalah bagaimana dia menangani isu Korea Discount, fenomena di mana perusahaan Korea Selatan dinilai lebih rendah dibandingkan pesaing globalnya. Lee Jae-myung mengidentifikasi penyebab utamanya: tata kelola perusahaan yang lemah, penyalahgunaan hak pengelolaan, manipulasi harga, dan juga faktor geopolitik terkait semenanjung Korea. Mengenai poin terakhir ini, dia cukup kritis, menyatakan bahwa beberapa politisi secara sengaja memperbesar risiko geopolitik, yang memperburuk kekhawatiran pasar.
Intinya, Lee Jae-myung berpendapat bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menerapkan reformasi yang dapat mengubah krisis menjadi peluang. Ini bukan pidato politik biasa, karena dia menyoroti masalah struktural nyata di pasar Korea Selatan yang sudah dikenal baik oleh para investor.