Menarik apa yang sedang terjadi di Korea Selatan. Lee Jae-myung mengirim pesan yang cukup langsung tentang stabilitas pasar modal selama sebuah pertemuan di kediaman presiden. Poin utamanya? Justru di saat krisis diperlukan untuk mendorong reformasi struktural, bukan menundanya.



Situasinya cukup unik. Indeks KOSPI melonjak luar biasa tahun lalu, dari sekitar 2500 poin hingga melewati 6000. Volatilitas seperti ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Tapi Lee Jae-myung melihatnya berbeda: krisis saat ini bisa menjadi peluang yang tepat untuk benar-benar memperkuat fondasi pasar saham Korea Selatan.

Yang menarik adalah bagaimana dia menangani isu Korea Discount, fenomena di mana perusahaan Korea Selatan dinilai lebih rendah dibandingkan pesaing globalnya. Lee Jae-myung mengidentifikasi penyebab utamanya: tata kelola perusahaan yang lemah, penyalahgunaan hak pengelolaan, manipulasi harga, dan juga faktor geopolitik terkait semenanjung Korea. Mengenai poin terakhir ini, dia cukup kritis, menyatakan bahwa beberapa politisi secara sengaja memperbesar risiko geopolitik, yang memperburuk kekhawatiran pasar.

Intinya, Lee Jae-myung berpendapat bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menerapkan reformasi yang dapat mengubah krisis menjadi peluang. Ini bukan pidato politik biasa, karena dia menyoroti masalah struktural nyata di pasar Korea Selatan yang sudah dikenal baik oleh para investor.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan