Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Di Brasil sedang muncul perdebatan politik besar: apakah negara harus menyimpan Bitcoin sebagai cadangan devisa? Calon presiden Renan Santos mendalami ide ini dan mulai berdasarkan pengalaman Amerika Tengah kuno.
Santos menyebutkan contoh El Salvador — yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi pada tahun 2021. Tetapi dia menjelaskan usulnya berbeda dari Salvadornya. Brasil perlahan-lahan, dengan cara yang cerdas, ingin mengumpulkan cadangan. Oleh karena itu, dia mengusulkan strategi dollar-cost averaging, yaitu membeli secara berkala dalam jumlah kecil. Ini adalah metode untuk mengurangi risiko.
Mempertimbangkan kondisi ekonomi negara, usulan ini menarik. Brasil secara historis menghadapi inflasi tinggi — Bitcoin dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Selain itu, ini juga sebagai alat pembayaran, tidak bergantung pada mata uang lokal. Jadi, ada peluang diversifikasi bagi investor.
Namun, ada beberapa masalah. Harga Bitcoin sangat fluktuatif. Jika cadangan negara turun secara drastis, kekayaan negara akan sangat terpengaruh. Oleh karena itu, aspek teknis harus jelas — kustodi, keamanan, protokol audit.
Bagian menariknya adalah potensi teknologi blockchain dalam melawan korupsi. Jika pemerintah mencatat kontrak, proses tender, atau pengeluaran dana di blockchain, semuanya akan tetap transparan. Tidak ada yang bisa disembunyikan. Catatan tanah, pembayaran sosial — semuanya bisa disimpan dan diverifikasi di blockchain. Georgia dan Dubai sudah mulai mencoba di bidang ini.
Oleh karena itu, usulan Santos tidak hanya tentang Bitcoin. Ini tentang memodernisasi tata kelola negara dengan teknologi baru. Setelah Brasil mengesahkan undang-undang pengaturan aset virtual pada tahun 2022, langkah ini akan lebih mudah diambil.
Dalam pemilihan 2025, topik ini akan menjadi isu penting. Politisi yang berbicara tentang inovasi dan pembangunan ekonomi — ini sangat penting bagi masa depan negara terbesar di Amerika Latin.