Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pemerintah Menyetujui Ekspor Komoditas Esensial ke Maladewa Untuk 202627
(MENAFN- KNN India) ** New Delhi, 2 Apr (KNN)** India telah mengizinkan ekspor jumlah tertentu komoditas pokok—termasuk telur, kentang, bawang merah, beras, tepung gandum, gula, dan kacang-kacangan—ke Maladewa untuk 2026–27 berdasarkan perjanjian perdagangan bilateral antara kedua negara.
Keputusan tersebut diberitahukan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (DGFT), yang menyatakan bahwa pengiriman ini akan tetap dikecualikan dari segala pembatasan ekspor yang sudah ada atau di masa depan selama periode tersebut.
“Ekspor telur, kentang, bawang merah, beras, tepung gandum, gula, dal, agregat batu, dan pasir sungai telah diizinkan ke Maladewa… Ekspor-ekspor ini akan tetap dikecualikan dari segala pembatasan atau larangan yang sudah ada atau yang akan datang selama periode ini,” lapor PTI, mengutip pemberitahuan tersebut.
** Kuota yang Ditentukan dan Produk Utama
Jumlah yang disetujui meliputi telur (lebih dari 448 juta unit), beras (lebih dari 230.000 ton), tepung gandum (lebih dari 114.000 ton), gula (lebih dari 67.000 ton), bersama dengan kentang, bawang merah, dan dal. Selain itu, ekspor bahan konstruksi seperti agregat batu dan pasir sungai juga telah diizinkan.
Kuota untuk pasir dan agregat batu telah ditingkatkan, yang mencerminkan permintaan kuat dari sektor konstruksi Maladewa, yang sangat bergantung pada impor karena ketersediaan alami yang terbatas.
** Perlindungan Lingkungan yang Diterapkan
Untuk ekspor pasir dan agregat, eksportir harus memperoleh izin lingkungan dari otoritas negara yang ditetapkan.
Dewan Promosi Ekspor Produk Kimia dan Produk Terkait (CAPEXIL) akan memastikan kepatuhan, termasuk mematuhi norma regulasi pesisir dan pelarangan penambangan di zona yang dibatasi.
** Saluran Ekspor yang Terbatas
Pengiriman akan dialurkan melalui enam titik bea cukai yang ditetapkan, termasuk pelabuhan Mundra, Nhava Sheva, Tuticorin, Kandla, Visakhapatnam, serta ICD Tughlakabad.
Pengaturan ini merupakan bagian dari perjanjian perdagangan India–Maladewa yang telah lama berjalan, yang ditandatangani pada tahun 1981, dan memungkinkan ekspor komoditas pokok untuk mendukung kebutuhan negara kepulauan tersebut.
** (KNN Bureau)**
MENAFN02042026000155011030ID1110936851