Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
India telah memulai sensus penduduk yang tertunda lama. Inilah mengapa hal itu penting
NEW DELHI (AP) — India telah memulai perhitungan populasi nasional terbesar di dunia, yang dapat mengubah program kesejahteraan dan representasi politik di seluruh negeri.
Sensus sebelumnya pada 2011 mencatat jumlah penduduk sebesar 1,21 miliar. Kini diperkirakan lebih dari 1,4 miliar, menjadikan India negara dengan jumlah penduduk terbesar.
Sensus baru itu direncanakan untuk 2021, tetapi ditunda karena pandemi COVID-19 dan tantangan logistik.
Berikut cara sensus India bekerja dan mengapa hal itu penting:
Menghitung lebih dari 1,4 miliar orang
Tahap pertama dari pencacahan dimulai pada Rabu dan akan digelar di seluruh negeri hingga sekitar September. Para petugas akan menghabiskan waktu sekitar satu bulan di setiap wilayah untuk mengumpulkan informasi tentang rumah dan fasilitas yang tersedia serta mendokumentasikan persediaan perumahan dan kondisi tempat tinggal.
Kegiatan ini akan menggabungkan survei tatap muka dengan opsi digital, di mana warga dapat mengirimkan informasi melalui aplikasi ponsel pintar multibahasa yang mengintegrasikan pemetaan berbasis satelit.
Tahap kedua, yang akan dilakukan dari September hingga 1 April tahun depan, akan mencatat informasi yang lebih rinci, seperti karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk agama dan kasta.
Lebih dari 3 juta pekerja pemerintah diperkirakan akan dikerahkan selama setahun. Pada 2011, hampir 2,7 juta pencacah meninjau lebih dari 240 juta rumah tangga di seluruh negeri.
16
208
A pencacahan kasta yang sensitif secara politik
Tahap kedua sensus akan mencoba melakukan pencatatan yang lebih luas mengenai kasta di luar kelompok-kelompok yang secara historis terpinggirkan.
Kasta adalah sistem kuno hierarki sosial di India dan berpengaruh dalam menentukan status sosial serta memutuskan siapa yang mendapatkan akses ke sumber daya, pendidikan, dan peluang ekonomi. Ada ratusan kelompok kasta berdasarkan pekerjaan dan status ekonomi di seluruh India, terutama di kalangan umat Hindu, tetapi negara ini memiliki data terbatas atau ketinggalan zaman tentang berapa banyak orang yang termasuk di dalamnya.
Baca Lebih Lanjut
The upaya terakhir untuk menghimpun informasi kasta yang rinci melalui sensus berasal dari 1931, pada masa pemerintahan kolonial Inggris. Sejak sensus pertama India merdeka pada 1951, sensus tersebut hanya menghitung Dalit dan Adivasi—anggota kelompok masyarakat yang terpinggirkan yang dikenal sebagai Scheduled Castes dan Scheduled Tribes—yang memenuhi syarat untuk tunjangan pemerintah tertentu.
Pemerintahan-pemerintahan berikutnya telah menolak melakukan pencacahan kasta yang lengkap, dengan alasan bahwa hal itu bisa meningkatkan ketegangan sosial dan memicu kerusuhan.
Data populasi penting bagi politik India
Data populasi yang dikumpulkan melalui sensus menjadi dasar bagi penyaluran program kesejahteraan pemerintah dan berbagai kebijakan publik.
Hal itu juga dapat mendorong penataan ulang peta politik India, karena jumlah kursi di majelis rendah Parlemen dan dewan legislatif negara bagian dapat ditambah untuk mencerminkan pertumbuhan penduduk. Undang-undang 2023 menetapkan sepertiga kursi legislatif untuk perempuan, sehingga jika terjadi perluasan, jumlah kursi yang disediakan bagi perwakilan perempuan juga akan meningkat.