Maersk Memperdalam Jejak di Arab Saudi dengan Kepemilikan Saham di Terminal Jeddah karena Perdagangan Laut Merah Menguatkan Nilai Strategis

Ini adalah rilis pers berbayar. Hubungi distributor rilis pers secara langsung untuk pertanyaan apa pun.

Maersk Memperdalam Jejak di Arab Saudi Dengan Kepemilikan Saham di Terminal Jeddah saat Perdagangan Laut Merah Meningkat Nilainya Secara Strategis

PR Newswire

Kam, 26 Februari 2026 pukul 9:12 PM GMT+9 3 min read

Dalam artikel ini:

MAERSK-A.CO

+0.66%

JEDDAH, Arab Saudi, 26 Feb. 2026 /PRNewswire/ – Otoritas Pelabuhan Saudi mengumumkan bahwa APM Terminals, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh A.P. Moller–Maersk, telah memperoleh kepemilikan saham sebesar 37,5% di South Container Terminal di Pelabuhan Islam Jeddah, memperkuat komitmen jangka panjang raksasa pelayaran asal Denmark terhadap transformasi logistik Arab Saudi dan meningkatnya pentingnya strategis koridor Laut Merah.

Otoritas Pelabuhan Saudi mengumumkan penjualan kepemilikan saham 37,5% di South Container Terminal Jeddah kepada APM Terminals.

Langkah ini menempatkan Jeddah dengan lebih kuat dalam jaringan samudra global Maersk dan menandakan peningkatan keselarasan antara operator pelayaran multinasional dan strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi berdasarkan Visi 2030.

Visi 2030 dan Peralihan Logistik

Di bawah Visi Saudi 2030, Kerajaan telah memprioritaskan logistik sebagai sektor pilar, dengan tujuan mengubah Arab Saudi menjadi pusat rantai pasok global yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika. Strategi Transportasi dan Logistik Nasional bertujuan untuk meningkatkan peringkat negara dalam indeks kinerja logistik global dan secara signifikan memperluas kapasitas serta efisiensi pelabuhan.

Dengan mengonsolidasikan posisinya di Jeddah, Maersk menyelaraskan diri dengan ambisi-ambisi tersebut. Integrasi yang ditingkatkan dari South Container Terminal ke dalam ekosistem operasional Maersk diperkirakan akan meningkatkan throughput peti kemas, memperluas penawaran layanan langsung, dan memperbaiki konektivitas maritim antara Arab Saudi dan rute perdagangan global utama.

Peran Perdagangan Laut Merah yang Makin Meluas

Laut Merah tetap menjadi salah satu koridor maritim paling penting di dunia, menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez. Sekitar 10% hingga 15% dari volume perdagangan global diperkirakan melewati koridor Laut Merah–Suez yang lebih luas setiap tahun, sehingga infrastruktur pelabuhan di sepanjang garis pantainya menjadi sangat signifikan secara strategis bagi rantai pasok global.

Pelabuhan Islam Jeddah, pelabuhan terbesar di pesisir Laut Merah, saat ini mengoperasikan 62 dermaga serbaguna dan berfungsi sebagai gerbang utama untuk impor dan ekspor Arab Saudi. South Container Terminal saja memiliki lima dermaga canggih dengan kapasitas penanganan 4,1 juta TEUs.

Dengan kepemilikan saham Maersk, analis industri memperkirakan peningkatan kunjungan kapal dan integrasi yang lebih kuat ke rute perdagangan jarak jauh, yang berpotensi menempatkan Jeddah sebagai simpul transshipment dan distribusi yang lebih menonjol bagi kawasan yang lebih luas.

Pemosisian Kompetitif: Jeddah vs. Raksasa Regional

Investasi ini juga memperkuat dinamika kompetitif di seluruh kawasan pusat-pusat maritim utama.

Pelabuhan Jebel Ali di Dubai tetap menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di Timur Tengah dan tolok ukur regional yang sudah lama untuk efisiensi serta konektivitas. Sementara itu, Terusan Suez terus mendominasi sebagai chokepoint global yang menghubungkan pasar Eropa dan Asia.

Cerita Berlanjut  

Dengan memperkuat kehadiran operasional Maersk di Jeddah, Arab Saudi menandakan niatnya untuk merebut pangsa yang lebih besar dari arus perdagangan regional dan aktivitas transshipment, memanfaatkan posisi geografisnya di sepanjang Laut Merah sambil berinvestasi besar dalam modernisasi pelabuhan dan infrastruktur logistik.

Bagi Maersk, kepemilikan saham 37,5% ini mewakili lebih dari sekadar transaksi keuangan; ini mencerminkan penyesuaian strategis menuju kepemilikan pelabuhan yang terintegrasi dan kendali vertikal yang lebih dalam di gerbang maritim utama.

Seiring rantai pasok global terus melakukan penyeimbangan kembali di tengah pergeseran geopolitik dan rute perdagangan yang terus berkembang, investasi infrastruktur di sepanjang Laut Merah kemungkinan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk masa depan perdagangan global.

Foto -
Logo -

Logo Mawani

Cision

Lihat konten asli untuk mengunduh multimedia:

Ketentuan dan Kebijakan Privasi

Dasbor Privasi

Info Lebih Lanjut

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan