Ada sesuatu yang menarik dalam melihat CEO yang benar-benar memahami bisnisnya dari dalam. David Risher, yang memimpin Lyft sejak 2023, memiliki kebiasaan mengemudi sendiri setiap satu setengah bulan untuk mengendarai sebagai pengemudi platform. Ini bukan sekadar tindakan pemasaran—ini adalah cara dia tetap terhubung dengan kenyataan operasional.



Yang menarik adalah apa yang dia temukan dalam perjalanan-perjalanan itu. Dalam salah satu perjalanan di San Francisco, dia menjemput penumpang di sebuah lingkungan dengan daya beli yang lebih rendah. Ketika Risher bertanya mengapa dia memilih Lyft, pria itu langsung menjawab: dia tiba pukul 9:30 pagi tetapi harus sudah di tempat kerjanya tepat pukul 10.00. Selisih satu menit berarti kehilangan pekerjaan. Transportasi umum lebih murah, tetapi tidak dapat diandalkan. Bagi penumpang ini, Lyft bukanlah kemewahan—itu adalah keamanan pekerjaan.

Insight seperti ini tidak muncul dalam laporan analitik. David Risher memahami bahwa mengemudi di platform memberinya pandangan dari sudut pandang pengemudi maupun penumpang. Setelah berbicara dengan seorang wanita di Sausalito yang menyebutkan bahwa dia lebih suka mengemudi sendiri jika harga melambung, Risher menyadari betapa mengganggunya harga dinamis bagi pengguna. Itu langsung mendorong Lyft meluncurkan fitur penguncian harga di aplikasi.

Yang menarik adalah perjalanan karier Risher menutup lingkaran yang menarik. Pekerjaan pertamanya adalah mengedarkan koran. Setelah itu dia bekerja di restoran, layanan makanan, dan akhirnya bergabung dengan Microsoft lalu Amazon sebagai wakil presiden senior retail di bawah Jeff Bezos. Risher percaya bahwa jika Lyft sudah ada di masa mudanya, itu akan menjadi solusi sempurna untuk ibunya, yang akan menghindari biaya memiliki mobil kedua.

Sejak David Risher mengambil alih, saham Lyft naik lebih dari 75%. Perusahaan meluncurkan Lyft Teen, memungkinkan pengguna berusia 13 hingga 17 tahun memesan perjalanan secara mandiri—sesuatu yang sudah dilakukan Uber dan Waymo. Tapi yang benar-benar membedakan kepemimpinan Risher adalah dia tetap menerapkan prinsip yang dia pelajari dari Bezos: fokus pada fondasi yang tidak pernah berubah dan membangun produk di sekitar kebutuhan abadi tersebut.

Di pasar di mana mudah kehilangan perspektif, seorang CEO yang masih mau mengemudi sendiri dari waktu ke waktu untuk memahami apa arti layanan mereka bagi orang—itu adalah hal yang langka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan